LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

10.000 Liter Air Hadir untuk Warga Rancamaya, Harapan Mengalir di Tengah Kemarau

BANYUMAS – Kemarau berkepanjangan kembali berdampak pada pasokan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas. Di Dusun Kalipancur, Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, sumur-sumur warga mulai mengering sehingga kebutuhan air sehari-hari kian sulit dipenuhi. Kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh warga pemukiman, tetapi juga para santri di Pondok Pesantren An-Najah dan Hidayatullah Rancamaya (21/07).

Melihat kondisi tersebut, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto bersama Waroeng SS Purwokerto bergerak cepat menyalurkan bantuan 10.000 liter air bersih. Bantuan ini menjadi penanganan mendesak bagi warga setempat yang telah mengalami krisis air selama kurang lebih sebulan terakhir.

Pasokan air bersih yang disalurkan langsung dimanfaatkan warga dan para santri untuk kebutuhan pokok, mulai dari memasak, mandi, berwudhu, hingga konsumsi harian. Di tengah cuaca yang terik, hadirnya bantuan tersebut menghadirkan rasa syukur sekaligus harapan baru bagi masyarakat setempat.

Sebulan Menghadapi Kekeringan, Warga Sambut Bantuan dengan Syukur

Perwakilan masyarakat, Ustaz Mustholih, mengungkapkan bahwa musim kemarau tahun ini memberikan dampak yang cukup berat bagi warga Dusun Kalipancur. Hampir seluruh sumur warga yang menjadi sumber air utama mengering, hingga mengganggu berbagai aktivitas harian.

“Sudah sekitar satu bulan kami mengalami kesulitan air. Sumur-sumur warga mengering akibat kemarau. Alhamdulillah, hadirnya bantuan air bersih dari para muhsinin melalui LAZNAS Al Irsyad Purwokerto bersama Waroeng SS Purwokerto sangat membantu masyarakat kami, termasuk para santri di pondok pesantren yang juga terdampak,” ungkapnya.

Bantuan tersebut disambut penuh antusias. Warga bergotong royong menyiapkan tempat penampungan air, sementara para santri turut membantu proses distribusi agar air dapat segera dimanfaatkan. Pemandangan ini memperlihatkan bahwa air bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan sumber kehidupan yang sangat berharga di kala kemarau.

Kondisi kekeringan memang menjadi tantangan tahunan bagi beberapa wilayah di Banyumas. Saat intensitas hujan menurun drastis, debit air tanah ikut merosot dan memicu keringnya sumur-sumur warga. Akibatnya, masyarakat harus mencari sumber air alternatif atau mengandalkan bantuan agar kebutuhan harian tetap terpenuhi.

Kolaborasi Kebaikan untuk Menghadirkan Manfaat yang Lebih Luas

Staf Kemanusiaan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, Ali, menjelaskan bahwa Dusun Kalipancur bukan satu-satunya kawasan yang mengalami kekeringan. Hingga saat ini, masih banyak wilayah lain di Kabupaten Banyumas yang membutuhkan pasokan air bersih mendesak.

Oleh karena itu, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto terus mengajak para muhsinin untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini. Setiap dukungan yang disalurkan akan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat yang sedang berjuang memperoleh air bersih.

“Masih banyak wilayah di Banyumas yang mengalami kekeringan. Kami mengajak para donatur dan muhsinin LAZNAS Al Irsyad Purwokerto untuk terus bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih. Insya Allah, setiap tetes air yang tersalurkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” ujar Ali.

Kolaborasi antara LAZNAS Al Irsyad Purwokerto dan Waroeng SS Purwokerto menjadi bukti bahwa kepedulian bersama mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Ketika berbagai pihak bergandengan tangan, kebutuhan mendesak dapat segera teratasi dan harapan kembali tumbuh.

Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, uluran tangan para donatur menjadi peneduh bagi warga yang membutuhkan. Harapannya, semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi, sehingga manfaat air bersih dapat menjangkau lebih banyak keluarga, santri, dan masyarakat di berbagai daerah terdampak kekeringan.

Scroll to Top