LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Budidaya Kebun Durian dan Bantuan Rutin untuk Santri, Sinergi LAZNAS Al Irsyad dan PEU-KUA Somagede

Somagede, Kabupaten Banyumas – Senin, 15 September 2025, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto bersama Pondok Tahfidz Yatim dan Dhuafa MAFAZA menggelar kegiatan serah terima simbolis budidaya kebun durian sekaligus penyaluran bantuan rutin bagi ustadz dan santri di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri para santri, pengampu pondok, tokoh masyarakat, serta perwakilan LAZNAS.

Potensi Besar Durian Somagede
Program budidaya durian ini merupakan bagian dari sinergi antara Pondok Tahfidz MAFAZA dan Program Ekonomi Umat berbasis Kantor Urusan Agama (PEU-KUA) Kecamatan Somagede. Dengan dukungan tanah subur dan iklim yang sesuai, wilayah Somagede dinilai memiliki potensi besar dalam menghasilkan durian berkualitas.

Melalui program ini, para santri tidak hanya mendalami ilmu agama dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis dalam berkebun durian. Ke depan, hasil panen diharapkan menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi pondok dan santri.

Sebanyak 12 bibit baru ditanam, melengkapi 13 pohon durian yang telah lebih dulu dibudidayakan. Para santri yang terlibat dalam program ini berasal dari berbagai daerah, di antaranya Muhammad Akil Danofa (16 tahun, Maluku Utara), Adam Sinar Satria (17 tahun, Karawang), Irsyad Ibad (14 tahun, Ciamis), Muhammad Farhan (14 tahun, Ciamis), Falih Farzana (12 tahun, Kaliori), Hafidz Fidiansyah (13 tahun, Purwokerto), Aulia Sidik (16 tahun, Tanggeran), Surono (17 tahun, Tanggeran), dan Muhamad Arsyad (12 tahun, Tanggeran).

Pemberdayaan Berkelanjutan
Ustadz Aziz dan Ustadz Tenggar selaku pengampu pondok menyampaikan komitmennya untuk memaksimalkan pengelolaan kebun durian ini sehingga hasilnya sepenuhnya kembali kepada santri dan pondok.

Ali Nugroho, Staf Divisi Program LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, juga menjelaskan tujuan program PEU-KUA dan bagaimana budidaya kebun durian menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, “Program ini diharapkan tidak hanya memberi keterampilan kepada santri, tetapi juga menjadi sumber kemandirian ekonomi pondok. Dengan demikian, pendidikan dan kesejahteraan santri dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Dukungan Masyarakat
Tokoh masyarakat Bapak Jasman turut memberikan sambutan dengan menyatakan dukungannya dan berharap program ini dapat memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan santri pondok MAFAZA. Dukungan penuh dari masyarakat serta antusiasme para santri menjadi modal penting bagi keberhasilan program.

Budidaya durian ini tidak hanya sebagai penguatan ekonomi santri, tetapi juga langkah nyata untuk meningkatkan kemandirian pondok dan kesejahteraan keluarga besar MAFAZA.

LAZNAS Al Irsyad Purwokerto mengajak masyarakat untuk turut mendukung program pemberdayaan seperti ini melalui donasi, agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.

Scroll to Top