Purwokerto, 7 Juni 2026 — Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh siswa SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto melalui Program Pengenalan Lingkungan Masyarakat (PLM). Kegiatan yang menjadi program sosial unggulan ini berlangsung di dua lokasi berbeda di Kabupaten Banyumas, dengan fokus membantu warga yang membutuhkan perbaikan tempat tinggal.

Program PLM dirancang untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada siswa melalui keterlibatan langsung di masyarakat. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga diajak memahami berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga secara nyata.
Dalam pelaksanaannya, siswa turun langsung ke lapangan untuk menjalankan berbagai aksi sosial, mulai dari bedah rumah, bakti sosial, hingga aksi peduli lingkungan. Keterlibatan aktif ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli, bertanggung jawab, dan memiliki empati tinggi untuk berbagi kepada sesama.
Tahun ini, pelaksanaan PLM mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk LAZNAS Al Irsyad Purwokerto. Lembaga zakat tersebut turut berkolaborasi menyukseskan agenda sosial yang dijalankan para siswa.
Benah Rumah Warga di Sokanegara
Salah satu aksi nyata berlangsung di kediaman Bapak Slamet yang berada di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Berdasarkan agenda kegiatan tertanggal 7 Juni 2026, aksi difokuskan pada proses pembongkaran atap rumah yang sudah lapuk dan membutuhkan perbaikan segera.
Sejak pagi hari, siswa bersama warga setempat bahu-membahu membongkar atap tersebut. Mereka bekerja secara teratur dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dan koordinasi yang baik di lapangan.
Kegiatan ini turut didampingi oleh perwakilan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, Oktia Ningsih. Kehadiran LAZNAS menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program penguatan karakter yang diinisiasi oleh pihak sekolah.
Menurut panitia, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga sosial menjadi pilar penting dalam menyukseskan program kemasyarakatan. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pendampingan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang ingin ditanamkan kepada generasi muda.
Warga setempat pun menyambut hangat aksi ini. Mereka menilai kehadiran para siswa memberikan manfaat langsung, sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi lingkungan sekitar.
LAZNAS Al Irsyad Dukung Aksi Sosial di Karangkemiri
Pada hari yang sama, kegiatan PLM juga dilaksanakan di Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Lokasi kedua ini menyasar pembongkaran rumah milik Ibu Sumirah yang akan menjalani proses renovasi total.
Puluhan siswa bersama masyarakat setempat bergotong royong menyelesaikan target pekerjaan yang telah direncanakan. Suasana kebersamaan dan kehangatan tampak kuat sepanjang kegiatan berlangsung.
Perwakilan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, Ali Nugroho, turut hadir mendampingi jalannya kegiatan di Karangkemiri. Kehadiran ini menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung program sosial yang memberikan dampak instan bagi masyarakat.
Ali Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan seperti PLM memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, keterlibatan langsung di lapangan akan membantu siswa mengasah rasa empati dan kepekaan sosial.
Sinergi antara SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto dan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto ini menjadi contoh kolaborasi positif. Pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mendorong lahirnya generasi yang solutif bagi masyarakat.
Program PLM sendiri dikenal sebagai salah satu agenda unggulan yang konsisten dilaksanakan di lingkungan Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, baik pada jenjang SMP maupun SMA. Melalui program tahunan ini, siswa diajak berkontribusi nyata bagi warga yang membutuhkan.
Kegiatan di Sokanegara dan Karangkemiri menjadi bukti bahwa pendidikan karakter paling efektif diwujudkan melalui aksi konkret. Dengan dukungan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, program ini tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga bagi seluruh siswa.


