Patikraja, 3 Agustus 2026 – Kemarau yang berkepanjangan kembali membawa dampak bagi sejumlah wilayah di Banyumas. Di Desa Kedungwuluh Lor, Kecamatan Patikraja, ratusan warga harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih setelah sumber air yang selama ini mereka andalkan mengering. Menjawab kondisi tersebut, LAZNAS Al Irsyad menyalurkan bantuan dua tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di dua grumbul yang terdampak.
Bantuan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama beberapa pekan terakhir kesulitan mendapatkan air. Sejak sumber air dari Sier mengering, sumur-sumur galian milik warga pun ikut kehilangan debit air. Akibatnya, aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, mencuci, hingga berwudhu menjadi semakin sulit dilakukan.
Kondisi tersebut diperparah dengan tidak berfungsinya Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di wilayah tersebut. Ketika dua sumber utama penyedia air tidak lagi dapat dimanfaatkan, wargaanya bisa menunggu bantuan air bersih dari berbagai pihak.
Krisis Air Menghambat Aktivitas Warga
Ketua RW 03 Desa Kedungwuluh Lor, Pak Taat Riyanto, menjelaskan bahwa kemarau tahun ini memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat di lingkungannya. Banyak sumur warga yang biasanya masih menyimpan air kini benar-benar mengering.
“Selama sumber air dari Sier masih mengalir, kebutuhan warga masih bisa terbantu. Namun sekarang sumber itu sudah kering, sementara PAMSIMAS juga tidak berfungsi. Akibatnya, sumur-sumur galian warga ikut mengering dan masyarakat sangat membutuhkan bantuan air bersih,” ujarnya.
Situasi tersebut membuat warga harus menghemat penggunaan air semaksimal mungkin. Mereka memprioritaskan air untuk kebutuhan paling mendasar, sementara kebutuhan lainnya terpaksa dikurangi. Tidak sedikit warga yang harus mencari air ke wilayah lain atau menunggu datangnya bantuan agar tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kepedulian yang Menghadirkan Harapan
Kehadiran bantuan air bersih tidak hanya mengurangi beban warga, tetapi juga menghadirkan harapan di tengah musim kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Air yang disalurkan langsung dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan ibadah.
Bagi sebagian orang, air mungkin merupakan hal yang mudah diperoleh. Namun, bagi warga yang sedang menghadapi kekeringan, setiap tetes air memiliki arti yang sangat besar. Bantuan dua tangki air bersih ini menjadi bukti bahwa kepedulian dapat menghadirkan ketenangan bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.


