LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Gempa Susulan Belum Berhenti, LAZNAS Al Irsyad Buka Dapur Umum di Tanazozo, Ende

Ende, Nusa Tenggara Timur — Aktivitas warga di Kelurahan Tanazozo, Kecamatan Nangapenda, Kabupaten Ende, belum kembali normal sehari setelah gempa mengguncang Flores. Gempa susulan yang masih terjadi membuat sebagian warga memilih bertahan di luar rumah. Di tengah kondisi itu, LAZNAS Al Irsyad kembali mengerahkan relawan lokal untuk membuka dapur umum darurat bagi masyarakat terdampak (16/08). 

Dapur umum tersebut didirikan pada hari kedua pasca gempa sebagai respons terhadap kebutuhan pangan warga. Relawan menyiapkan makanan dan menyalurkannya kepada masyarakat yang masih membatasi aktivitas karena khawatir terhadap guncangan susulan.

Langkah ini menjadi respons lanjutan LAZNAS Al Irsyad setelah sehari sebelumnya mendirikan dapur darurat di Jalan Mahoni, Kelurahan Kotaraja, Ende. Kali ini, tim bergerak ke wilayah berbeda untuk menjangkau warga di Tanazozo yang juga menghadapi situasi darurat akibat gempa.

Warga Belum Berani Kembali Beraktivitas Normal

Gempa susulan menjadi persoalan yang masih dihadapi masyarakat pada hari kedua. Getaran yang kembali terjadi membuat sebagian warga memilih tetap berada di luar rumah. Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk memasak dan memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Bagi warga, situasi pasca gempa bukan hanya persoalan kerusakan bangunan. Rasa khawatir terhadap gempa susulan membuat rutinitas sederhana yang biasanya dilakukan di rumah ikut terhenti.

Relawan LAZNAS Al Irsyad kemudian bergerak menuju Tanazozo untuk membantu memenuhi salah satu kebutuhan paling mendasar tersebut. Dapur umum didirikan agar warga tetap memperoleh makanan selama kondisi belum memungkinkan mereka beraktivitas seperti biasa.

Ustadz Dedi mengatakan bantuan pada hari kedua diperlukan karena kondisi masyarakat masih belum stabil.

“Hari kedua ini gempa susulan masih terus terjadi. Masyarakat masih dalam kondisi waspada dan sebagian belum berani beraktivitas seperti biasa. Karena itu, kami kembali mendirikan dapur umum di Tanazozo untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan warga,” ujar Ustadz Dedi.

Menurut Dedi, relawan juga perlu terus memantau kondisi di lapangan. Kebutuhan masyarakat dapat berubah dari hari ke hari sehingga respons kemanusiaan harus mengikuti situasi yang mereka hadapi.

LAZNAS Al Irsyad Perluas Respons ke Wilayah Terdampak

Pendirian dapur umum di Tanazozo menunjukkan bahwa respons bencana LAZNAS Al Irsyad berlanjut setelah hari pertama. Relawan tidak hanya bertahan di satu titik, tetapi bergerak ke wilayah lain untuk melihat kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Yang paling penting sekarang adalah masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan dasar mereka. Kami akan terus melihat kondisi di lapangan dan berusaha membantu sesuai kebutuhan,” kata Dedi.

Kehadiran dapur umum menjadi salah satu bentuk bantuan yang dapat langsung dirasakan masyarakat. Di tengah kondisi yang belum aman, warga tidak harus memaksakan diri masuk ke rumah untuk menyiapkan makanan.

Respons tersebut juga menjadi bagian dari upaya LAZNAS Al Irsyad mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat. Bantuan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan warga di lokasi terdampak.

Gempa susulan mungkin tidak dapat diprediksi oleh masyarakat, tetapi kepedulian dapat dipersiapkan. Melalui relawan dan dapur umum darurat, LAZNAS Al Irsyad berupaya hadir untuk membantu warga Flores melewati hari-hari sulit setelah bencana.

Scroll to Top