PURWOKERTO — Jarak ribuan kilometer tidak menyurutkan semangat empat putra-putri asal Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengejar pendidikan tinggi. Dari kampung halaman mereka, keempatnya mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru STIE Satria Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto secara daring (06/7). Kesempatan itu menjadi awal perjalanan baru menuju masa depan yang lebih baik.
Keikutsertaan mereka dalam seleksi bukan sekadar mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Program ini merupakan kelanjutan dari ikhtiar pemberdayaan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto di NTT. Setelah menghadirkan sumber air tawar bagi masyarakat Pulau Ende, lembaga ini terus membuka akses pendidikan bagi generasi muda yang memiliki semangat belajar, tetapi terbatas oleh kondisi ekonomi maupun akses pendidikan.
Empat peserta yang mengikuti seleksi tersebut ialah Safitri Hasan dan Inayah asal Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, serta Muhamad Avatar dan Achmed Zidane Suhriansyach asal Kabupaten Ende. Seluruh rangkaian tes mereka ikuti secara online karena jarak antara NTT dan Purwokerto, Jawa Tengah, membutuhkan perjalanan beberapa hari jika ditempuh melalui jalur laut maupun darat.
Meski hanya bertatap muka melalui layar, proses seleksi berlangsung dengan tertib. Para peserta mengikuti setiap tahapan ujian, mulai dari tes pengetahuan umum, tes psikologi, hingga wawancara. Mereka mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh agar dapat memberikan hasil terbaik.
Pemberdayaan Berlanjut dari Air Tawar Menuju Pendidikan
Program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. LAZNAS Al Irsyad Purwokerto memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Sebelumnya, lembaga ini telah menghadirkan sumber air tawar bagi masyarakat Pulau Ende yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses air. Kini, perhatian itu berlanjut dengan membuka peluang pendidikan bagi anak-anak daerah agar memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
Nissa, tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, berharap keempat peserta dapat meraih hasil terbaik. Menurutnya, kesempatan menjadi bagian dari STIE Satria Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto merupakan harapan besar bagi anak-anak daerah yang memiliki mimpi untuk memperbaiki masa depan.
“Semoga mereka memperoleh hasil terbaik dan bisa menjadi mahasiswa STIE Satria Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Kami berharap pendidikan ini menjadi bekal untuk mengembangkan potensi mereka sekaligus membawa manfaat bagi keluarga dan daerah asal,” ujarnya.
Kebahagiaan Orang Tua Menyambut Kesempatan Berharga
Kesempatan mengikuti seleksi ini juga membawa kebahagiaan bagi keluarga para peserta. Orang tua Muhamad Avatar mengaku sangat bersyukur ketika mengetahui putranya berkesempatan mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru.
Pada awalnya, keluarga sempat merasa ragu. Mereka sulit membayangkan adanya kesempatan kuliah gratis yang juga disertai fasilitas tempat tinggal bagi mahasiswa dari NTT. Berbagai pertanyaan muncul karena informasi tersebut terdengar begitu besar bagi keluarga mereka.
Keraguan itu akhirnya hilang setelah tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto memberikan penjelasan secara rinci melalui sambungan telepon. Penjelasan tersebut membuat keluarga memahami seluruh mekanisme program dan semakin yakin bahwa kesempatan ini merupakan jalan bagi anak mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Kini seluruh tahapan seleksi telah mereka lalui dengan lancar. Hasil akhir memang masih menunggu pengumuman, tetapi kesempatan mengikuti ujian ini sudah menjadi langkah penting dalam perjalanan mereka menggapai cita-cita.
Melalui program ini, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak berhenti ketika air berhasil mengalir di daerah yang membutuhkan. Pemberdayaan juga berarti menghadirkan akses pendidikan bagi generasi muda, agar mereka memiliki kesempatan mengubah masa depan melalui ilmu pengetahuan. Dari hadirnya air tawar di Pulau Ende, kini mengalir pula harapan baru bagi lahirnya generasi yang lebih berdaya.


