Manggarai Timur, NTT —Memasuki hari ke-13 pasca gempa yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kebutuhan pangan para pengungsi masih menjadi persoalan serius. Di tengah keterbatasan akses dan minimnya pasokan makanan, LAZNAS Al Irsyad kembali menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak di Kampung Solokuah, Desa Nangambaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi para pengungsi yang mulai kehabisan persediaan makanan. Salah seorang pengungsi, Yamien, mengatakan bantuan yang diterima dari LAZNAS Al Irsyad menjadi salah satu bantuan terbesar kedua yang mereka dapatkan sejak gempa terjadi.
Menurut Yamien, saat gempa terjadi, warga masih memiliki persediaan makanan untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa hari. Namun, persediaan tersebut perlahan habis. Kondisi semakin sulit karena uang yang mereka miliki tidak dapat digunakan untuk membeli bahan makanan. Sejumlah warung dan pasar di sekitar lokasi pengungsian tutup, bahkan sebagian mengalami kerusakan akibat gempa.
Dalam kondisi tersebut, para pengungsi berusaha bertahan dengan makanan yang sangat terbatas. Yamien menuturkan, delapan bungkus mie dan dua butir telur pernah dibagi untuk memenuhi kebutuhan makan lebih dari 50 orang yang bertahan di salah satu tenda darurat.
Sementara itu, pengungsi lainnya berupaya mencari bahan pangan dari hasil kebun yang berada di atas bukit. Upaya tersebut dilakukan agar mereka tetap dapat memenuhi kebutuhan makan sehari-hari di tengah sulitnya memperoleh bantuan.
Kondisi yang semakin mendesak bahkan membuat Yamien dan sejumlah pengungsi melakukan apa yang mereka sebut sebagai “tilang bantuan”, yakni mencegat bantuan yang dibawa relawan agar dapat dibagikan kepada warga di kampung mereka. Menurut Yamien, tindakan tersebut terpaksa dilakukan karena sejumlah kelompok rentan, seperti ibu-ibu, bayi, lansia, dan anak-anak, belum mendapatkan makanan yang cukup.
“Kami terpaksa melakukan itu karena ibu-ibu, bayi, lansia, dan anak-anak di kampung kami belum makan,” ujar Yamien.

Karena itu, kedatangan bantuan logistik dari LAZNAS Al Irsyad menjadi sangat berarti bagi para pengungsi. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan warga untuk beberapa hari kedepan sekaligus meringankan beban mereka selama masih berada di pengungsian.
Mewakili warga Kampung Solokuah, Yamien menyampaikan terima kasih kepada para muhsinin LAZNAS Al Irsyad yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada mereka di tengah kondisi sulit pasca gempa.
“Terima kasih banyak atas kebaikan dan perhatian dari para muhsinin LAZNAS Al Irsyad. Bantuan ini sangat membantu kami,” kata Yamien.
Meski bantuan telah diterima, kebutuhan para pengungsi belum sepenuhnya terpenuhi. Hingga hari ke-13 pascagempa, masih terdapat warga yang kesulitan mendapatkan bantuan, terutama mereka yang berada di lokasi dengan akses terbatas.
Selain persoalan pangan, kondisi kesehatan para pengungsi juga mulai menjadi perhatian. Suhu dingin pada malam hari membuat sejumlah warga jatuh sakit. Mereka masih bertahan di dalam tenda-tenda darurat dengan alas tikar dan tanpa selimut yang memadai.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perjuangan warga terdampak gempa belum berakhir. Di balik bantuan yang telah disalurkan, masih ada kebutuhan pangan, perlengkapan pengungsian, dan dukungan kesehatan yang harus terus dipenuhi agar para penyintas dapat bertahan dan perlahan bangkit dari bencana.


