Purwokerto, Sabtu, 27 September 2025 – Program Sumur Air Tawar Pulau Ende memasuki tahap eksekusi. LAZNAS Al Irsyad resmi memberangkatkan Tim Ketiga yang akan melakukan pengeboran dan pembangunan sumur-sumur air tawar di Pulau Ende, Nusa Tenggara Timur.

Tim ini berangkat dari Purwokerto menggunakan Kereta Logawa dari Stasiun Purwokerto pukul 06.45 WIB dan tiba di Surabaya pukul 14.00 WIB, kemudian melanjutkan perjalanan dengan Kapal Laut KM Darma Rucitra 8 dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada pukul 20.00 WIB. Rombongan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Ende pada Senin, 29 September 2025, pukul 16.15 WITA.
Tim ketiga ini dipimpin oleh Syarief Abdullah sebagai Ketua Rombongan, dengan Mohammad Komary Yusuf sebagai Bendahara, serta didukung anggota lainnya: Yusuf Azis, Edi Susilo, Ir. Mar’i Baraba, serta para tukang profesional yaitu Ali Murtopo, Mochamad Reza Rizkia, Sopian, Ahmad Mulya, Yopie Isak Yaqub, dan Rian Restu Fsuzi. Selain itu, dua mahasiswa akhir Geologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Favian Muhamad Nabhan dan Muhammad Bintang Febrian turut serta untuk mendukung teknis pengeboran sekaligus melaksanakan penelitian akhir yang relevan dengan program ini.
Kehadiran tim ketiga menjadi bagian penting dari pelaksanaan Program Sumur Air Tawar Pulau Ende 2025. Sebelumnya, Tim Pertama telah melaksanakan sosialisasi, penjajakan, serta pengurusan wakaf tanah, sedangkan Tim Kedua melakukan survei geologi untuk memastikan titik-titik potensial yang menghasilkan air tawar dalam jumlah cukup. Kini, Tim Ketiga akan mengeksekusi pembangunan sumur, dan nantinya Tim Keempat akan menindaklanjuti program ini dengan pengembangan masyarakat agar manfaat sumur dapat dirasakan lebih luas.
Dalam tahap pertama, LAZNAS Al Irsyad menargetkan pembangunan 16 sumur air tawar di Pulau Ende sesuai hasil survei yang telah ditetapkan, serta 3 sumur tambahan di daratan Ende, dengan target total 24 titik sumur. Selain itu, tim juga masih mencari 6 titik potensial lainnya di Kota Ende. Waktu penyelesaian diperkirakan memerlukan dua hingga tiga bulan, meskipun estimasi pasti baru dapat diketahui setelah pengeboran pada satu hingga dua titik pertama.
Kebutuhan air bersih di Pulau Ende memang mendesak. Warga Pulau Ende telah lama menghadapi krisis air bersih. Sebagian besar sumur hanya menghasilkan air asin, memaksa anak-anak berangkat sekolah tanpa mandi dan orang tua berwudhu dengan air laut. Harga air tawar pun sangat tinggi, mencapai Rp7.500 per jerigen kecil, sehingga membebani nelayan dan petani berpenghasilan terbatas. Kehadiran program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air tawar warga, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung aktivitas pendidikan dan ibadah.
Melalui Program Sumur Air Tawar Pulau Ende 2025, LAZNAS Al Irsyad tidak hanya menghadirkan sumber air tawar, tetapi juga mewujudkan amal jariyah yang manfaatnya akan mengalir panjang, mendukung kesejahteraan masyarakat, menunjang kegiatan pendidikan, serta memudahkan warga dalam beribadah.
LAZNAS Al Irsyad mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam program ini melalui doa, sedekah air, dan wakaf sumur air tawar. Sedekah dapat disalurkan melalui kanal resmi LAZNAS Al Irsyad agar harapan warga Pulau Ende untuk mendapatkan air tawar segera terwujud dan memberi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

