Purwokerto — LAZNAS Al Irsyad Purwokerto terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui program Pembinaan Beasiswa Cendekia. Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Wisma Mafaza Purwokerto, dan diikuti oleh mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
Program Pembinaan Beasiswa Cendekia merupakan salah satu program unggulan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto yang dirancang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual, karakter kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu berkembang secara utuh sebagai cendekia muslim yang siap berkontribusi bagi umat dan bangsa.

Kegiatan pembinaan ini diisi oleh tim Divisi Program LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, dengan pemateri Ustadz Ali Nugroho, S.Pd., yang didampingi oleh Syela dan Riski Setiawan. Sebanyak 18 mahasiswa penerima beasiswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang negara seperti Thailand, Sudan, Yaman, dan Tajikistan, serta dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Nusa Tenggara Barat (NTB), Makassar, Cilacap, Palembang, Cirebon, Batam, dan Purwokerto. Keberagaman ini menjadi nilai tambah dalam proses pembinaan karena memperkaya perspektif dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara peserta.
Dalam kesempatan tersebut, pemateri kegiatan, Ustadz Ali Nugroho, S.Pd., menyampaikan bahwa pembinaan Beasiswa Cendekia tidak hanya berfokus pada capaian akademik. “Mahasiswa penerima beasiswa tidak cukup hanya berprestasi di kampus, tetapi juga harus memiliki kekuatan iman, akhlak yang baik, dan kepedulian terhadap sesama. Inilah nilai utama yang ingin kami tanamkan melalui pembinaan Beasiswa Cendekia,” ungkapnya.
Pembinaan Beasiswa Cendekia: Upaya Membangun Karakter Mahasiswa
Rangkaian kegiatan Pembinaan Beasiswa Cendekia dimulai dengan ngaji bersama sebagai sarana penguatan spiritual dan penyamaan visi keislaman. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan mahasiswa penerima beasiswa, yang bertujuan untuk saling mengenal, membangun kedekatan emosional, serta menumbuhkan rasa kebersamaan. Selanjutnya, sharing session menjadi ruang refleksi dan pertukaran pengalaman, di mana mahasiswa dapat berbagi cerita, tantangan, dan motivasi dalam menempuh pendidikan.
Kebersamaan peserta semakin terasa melalui kegiatan makan bersama dan shalat berjamaah, yang menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kedisiplinan. Sebagai penutup, kegiatan malam keakraban mahasiswa Cendekia dilaksanakan untuk mempererat hubungan antar peserta serta membangun suasana kekeluargaan yang hangat dan harmonis.
Seluruh rangkaian kegiatan Pembinaan Beasiswa Cendekia LAZNAS Al Irsyad Purwokerto berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kehangatan dalam suasana kebersamaan. Melalui kegiatan ini, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto berharap para mahasiswa penerima beasiswa dapat tumbuh menjadi generasi cendekia yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, masyarakat, dan bangsa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan program Pembinaan Beasiswa Cendekia, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program donasi pendidikan. Dukungan donasi dari para dermawan akan sangat berarti dalam membantu mahasiswa penerima beasiswa agar dapat terus mengakses pembinaan keilmuan dan spiritual secara berkelanjutan. Dengan berdonasi melalui LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, masyarakat turut berkontribusi dalam melahirkan generasi cendekia muslim yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan.


