Mbay, Nagakeo — Senyum anak-anak kembali menghiasi lingkungan MIS Al Ikhlas Aloripit, Mbay, Nagekeo. Setelah sempat kehilangan ruang untuk beribadah akibat gempa, mereka kini kembali melaksanakan salat berjamaah melalui mushola darurat yang dibangun LAZNAS Al Irsyad bersama LAZIS Al Irsyad Cilacap dan Relawan Nusantara (22/09).
Kehadiran mushola darurat tersebut menjadi bagian penting dari proses pemulihan sekolah pascagempa. Bangunan mushola sebelumnya mengalami kerusakan sehingga tidak lagi digunakan karena dinilai tidak aman untuk siswa dan guru.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah masjid di sekitar sekolah. Kondisi itu membuat aktivitas ibadah berjamaah yang sebelumnya menjadi rutinitas ikut terhenti. Anak-anak tidak lagi memiliki tempat yang aman untuk melaksanakan sholat dhuha dan sholat dhuhur bersama.
Kini, suasana tersebut perlahan berubah. Mushola darurat yang telah berdiri kembali menjadi ruang bagi anak-anak untuk menjalankan ibadah secara berjamaah. Rutinitas yang sempat terhenti mulai kembali hadir di tengah aktivitas belajar mereka.
Bagi Kalsum, salah satu guru MIS Al Ikhlas, kembalinya mushola menjadi kabar yang menggembirakan. Ia tidak lagi melihat anak-anak hanya menjalani pembelajaran di sekolah, tetapi juga kembali mendapatkan ruang untuk menjalankan kebiasaan ibadah yang selama ini mereka lakukan.
Sholat dhuha dan salat dhuhur berjamaah memiliki arti penting bagi sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan untuk melatih kedisiplinan anak-anak sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah.
Lebih dari sekadar tempat salat, mushola menjadi ruang pembentukan karakter bagi siswa. Di sana, anak-anak belajar hadir tepat waktu, mengikuti ibadah bersama, serta membangun kebiasaan yang diharapkan dapat membentuk akhlakul karimah.
Kembalinya aktivitas tersebut menjadi tanda bahwa kehidupan sekolah mulai bergerak kembali setelah gempa. Anak-anak dapat kembali menjalani salah satu rutinitas yang sebelumnya mereka lakukan setiap hari.
Alhamdulillah, pembangunan mushola darurat memberikan ruang aman bagi keluarga besar MIS Al Ikhlas untuk kembali beribadah. Kehadirannya juga membawa kembali suasana kebersamaan yang sempat hilang setelah gempa merusak fasilitas ibadah sekolah.


