LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Perjalanan Qois Alfaruq Tumbuh Menjadi Mahasiswa Berdaya dan Berdampak

Di balik perjalanan seorang mahasiswa, selalu ada kisah yang tidak hanya berbicara tentang ruang kelas dan nilai akademik, tetapi juga tentang proses tumbuh, bertahan, dan menemukan makna. Qois Alfaruq, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital di Universitas Amikom Purwokerto, menjadi salah satu contoh bagaimana kesempatan pendidikan, termasuk dukungan beasiswa, mampu membuka ruang perkembangan yang lebih luas dalam hidup seorang mahasiswa.

Sejak awal perkuliahan, Qois tidak hanya menempatkan dirinya sebagai mahasiswa yang mengejar kelulusan, tetapi sebagai individu yang aktif membangun kapasitas diri. Ia terlibat dalam berbagai aktivitas akademik dan organisasi yang membentuk cara berpikir lebih sistematis, kritis, dan solutif. Dalam proses tersebut, ia mengembangkan kemampuan komunikasi, koordinasi, pemecahan masalah, hingga manajemen tim. Semua kemampuan itu tidak tumbuh secara instan, melainkan melalui pengalaman nyata yang ia jalani selama masa studi, yang semakin menguatkan perannya sebagai mahasiswa penerima dukungan pendidikan yang terus bertumbuh.

Beasiswa sebagai Ruang Tumbuh Akademik dan Pengalaman Nyata

Dampak dari dukungan pendidikan yang diterima Qois terlihat dari bagaimana ia memaksimalkan setiap kesempatan belajar. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah keterlibatannya dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) melalui Persima Bisnis Digital. Dalam program tersebut, ia bersama tim melakukan observasi langsung ke Huntara Desa Mendala di Brebes, wilayah yang terdampak bencana tanah bergerak.

Di sana, Qois tidak hanya mengamati, tetapi juga turun langsung memahami kondisi masyarakat. Ia terlibat dalam proses riset, analisis kebutuhan, hingga perancangan solusi pemberdayaan UMKM. Program ini berfokus pada bagaimana masyarakat dapat bangkit secara ekonomi pascabencana. Dari pengalaman ini, ia belajar bahwa ilmu yang dipelajari di kampus memiliki relevansi nyata di lapangan. Ia juga semakin terlatih untuk bekerja dalam tim, membaca situasi sosial, serta merumuskan solusi yang berdampak.

Pengalaman tersebut menjadi titik penting yang memperlihatkan bagaimana pendidikan tidak berhenti pada teori. Justru, melalui keterlibatan langsung di masyarakat, Qois mengembangkan kepekaan sosial dan cara pandang yang lebih luas terhadap persoalan nyata.

Kepemimpinan, Organisasi, dan Kontribusi yang Terus Bertumbuh

Selain aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat, Qois juga berperan dalam organisasi kemahasiswaan sebagai anggota Persima Bisnis Digital. Di organisasi ini, ia terlibat dalam berbagai program kerja yang bertujuan meningkatkan kualitas mahasiswa, sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran di program studi. Dari sini, ia belajar bagaimana kerja sama tim, komunikasi organisasi, dan relasi antarmahasiswa menjadi fondasi penting dalam sebuah organisasi yang berjalan efektif.

Peran Qois semakin berkembang ketika ia dipercaya menjadi Ketua Forum Asisten Praktikum Program Studi Bisnis Digital. Dalam posisi ini, ia mengelola sistem praktikum secara menyeluruh, mulai dari penyusunan jadwal, pengaturan asisten, hingga koordinasi dan evaluasi kinerja. Tanggung jawab tersebut menuntut ketelitian, konsistensi, dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Tidak hanya itu, sebagai asisten praktikum, ia juga mendampingi mahasiswa dalam memahami materi pembelajaran. Ia membantu menjelaskan konsep, memberikan solusi atas kendala praktikum, serta memastikan proses belajar berjalan lebih efektif. Pengalaman ini memperkuat kemampuan public speaking, empati, dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan.

Selain itu, Qois juga pernah mengikuti seleksi Program PKM pada awal masa perkuliahan. Meski belum berhasil lolos, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting tentang arti persiapan, disiplin, dan ketekunan dalam menghadapi proses yang kompetitif.

Dari seluruh perjalanan tersebut, terlihat bahwa dukungan pendidikan telah memberi ruang bagi Qois untuk berkembang lebih jauh dari sekadar mahasiswa biasa. Ia tumbuh menjadi pribadi yang aktif, adaptif, dan memiliki orientasi kontribusi. Dengan bekal kepemimpinan, komunikasi, dan semangat belajar yang terus terjaga, ia melangkah menuju masa depan dengan keyakinan untuk memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia profesional.

Scroll to Top