Kamis, 10 Juli 2025 LAZNAS Al Irsyad kembali menyalurkan bantuan melalui program khitan berkah bagi dhuafa. Kali ini, bantuan diberikan kepada Muhammad Asolihin Purnomo, pelajar kelas 6 SD berusia 13 tahun asal Purwokerto. Solihin merupakan anak kedua dari lima bersaudara dan putra dari Sidik Purnomo, seorang buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu.
Sidik, ayah dari Solihin, mengungkapkan bahwa keterbatasan ekonomi memaksanya menunda rencana khitan anaknya. Selama berbulan-bulan, keinginan itu hanya bisa disimpan dalam doa. “Saya ingin anak saya segera dikhitan, tapi untuk biaya sendiri, saya belum sanggup,” ujar Sidik.

Program khitan berkah bagi dhuafa dari LAZNAS Al Irsyad hadir sebagai jawaban atas do’a Sidik. Melalui program ini, sang anak akhirnya menjalani proses khitan secara gratis, didampingi oleh tim medis yang kompeten serta tim LAZNAS Al Irsyad. Selain tindakan medis, Solihin juga mendapatkan bingkisan khitan berkah dari para muhsinin.
Perwakilan tim program LAZNAS Al Irsyad menjelaskan bahwa khitan bukan hanya bagian dari kewajiban keagamaan, tetapi juga kebutuhan kesehatan yang seharusnya dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. “Sayangnya, bagi sebagian keluarga, biaya khitan bisa menjadi beban. Karena itu kami hadir untuk menjembatani kebutuhan ini.’’ Ujar Ali.

Sidik pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah membantu, khususnya kepada LAZNAS Al Irsyad dan para donatur. Ia merasa lega karena beban yang selama ini menghimpit akhirnya terangkat. “Saya sangat bersyukur. Bantuan ini benar-benar meringankan kami. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah dan bisa terus membantu orang-orang seperti kami,” ucapnya. Bagi Sidik, program ini bukan hanya memberikan solusi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan, masih ada jalan keluar lewat kepedulian sesama.
Khitan berkah bagi dhuafa merupakan salah satu program LAZNAS Al Irsyad yang telah berjalan rutin setiap tahun. Dalam pelaksanaannya, program ini menjangkau berbagai wilayah dan difokuskan pada keluarga yang masuk dalam kategori kurang mampu. LAZNAS Al Irsyad berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar lebih banyak anak bisa merasakan manfaat yang sama.
