LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Pulihkan Keceriaan Anak-anak Metinumba, Relawan Hadirkan Trauma Healing

Ende – Tawa anak-anak kembali terdengar di Dusun Metinumba, Desa Ndoriwoy, Pulau Ende. Di tengah situasi pascagempa yang belum sepenuhnya pulih, anak-anak menikmati perlombaan sederhana yang menghadirkan kembali keceriaan mereka (26/09).

Biasanya, setiap bulan Agustus, anak-anak di dusun ini menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai perlombaan. Makan kerupuk, balap karung, hingga permainan tradisional menjadi bagian dari perayaan yang dinantikan.

Tahun ini, suasana itu berbeda. Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 membuat masyarakat harus mengutamakan keselamatan. Anak-anak dan keluarga mereka terpaksa bertahan di bawah tenda untuk mengantisipasi gempa susulan.

Hingga akhir September, gempa susulan masih dirasakan masyarakat. Aktivitas sehari-hari belum sepenuhnya kembali normal. Bagi anak-anak, situasi tersebut turut menyisakan rasa takut dan trauma.

Hadirkan Kembali Keceriaan Lewat Perlombaan

Melihat kondisi tersebut, tim LAZNAS Al Irsyad bersama LAZIS Al Irsyad Cilacap dan Relawan Nusantara menggelar kegiatan trauma healing dengan konsep perlombaan khas 17 Agustus.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai permainan sederhana, mulai dari lomba makan kerupuk, estafet kelereng, hingga mewarnai. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap tim terdiri dari sembilan orang dengan seorang relawan yang bertugas sebagai ketua kelompok.

Suasana yang semula dipenuhi keterbatasan perlahan berubah menjadi lebih ceria. Anak-anak mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat. Gelak tawa pecah ketika mereka berusaha menyelesaikan tantangan dalam permainan.

Perlombaan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali bermain dan berinteraksi bersama teman-teman mereka. Untuk sesaat, perhatian mereka teralihkan dari situasi sulit yang selama ini dihadapi.

Keceriaan itu tidak hanya dirasakan anak-anak. Bapak dan ibu yang berada di sekitar lokasi turut menyaksikan rangkaian kegiatan. Mereka ikut tertawa melihat tingkah anak-anak saat mengikuti perlombaan.

Momen sederhana tersebut menghadirkan suasana kebersamaan yang telah lama dirindukan masyarakat sejak gempa melanda wilayah mereka.

Menemani Anak-anak Melewati Masa Pemulihan

Trauma healing menjadi salah satu upaya untuk mendampingi anak-anak menghadapi dampak psikologis bencana. Melalui kegiatan bermain, anak-anak mendapat kesempatan untuk mengekspresikan diri, membangun kembali interaksi sosial, serta merasakan suasana yang lebih menyenangkan.

Meski demikian, pemulihan masih membutuhkan waktu. Gempa susulan yang terus terjadi membuat sebagian masyarakat belum berani kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Anak-anak pun masih merasakan ketakutan akibat pengalaman gempa.

Kehadiran relawan di Dusun Metinumba menjadi bagian dari ikhtiar untuk menemani masyarakat melewati masa pemulihan. Bantuan tidak hanya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk menguatkan anak-anak dan keluarga yang masih berjuang memulihkan diri.

Keceriaan yang hadir melalui perlombaan ini menjadi pengingat bahwa anak-anak tetap berhak merasakan kebahagiaan, sekalipun mereka sedang berada dalam situasi bencana.

Scroll to Top