Aceh, Jum’at, 20 Februari 2026 Ramadhan tahun ini masih diselimuti suasana duka bagi sebagian masyarakat Aceh. Tiga bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda, banyak keluarga belum kembali memiliki rumah yang layak. Di saat bulan suci seharusnya diisi dengan ketenangan dan kekhusyukan, sebagian penyintas masih bertahan di hunian sementara dengan segala keterbatasan.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan tempat tinggal yang aman semakin mendesak. Rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi ruang untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, dan memulihkan rasa aman yang sempat hilang akibat bencana. Tanpa hunian yang layak, aktivitas sahur, berbuka, hingga shalat tarawih menjadi tidak nyaman.
Menjawab kebutuhan itu, LAZNAS Al Irsyad menargetkan pembangunan 80 unit Rumoh Aceh Mandiri bagi masyarakat terdampak. Program ini dirancang sebagai solusi hunian tetap yang dapat membantu keluarga kembali mandiri dan menjalani kehidupan secara lebih stabil.
Setiap rumah direncanakan berukuran 5×6 meter dengan desain sederhana namun layak huni. Ukuran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dasar keluarga agar mereka memiliki ruang yang aman untuk beristirahat sekaligus beribadah dengan lebih khusyuk selama Ramadhan.
Pembangunan dilakukan melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari persiapan dan pembersihan lahan, pembuatan pondasi, pembangunan rangka, pemasangan dinding batu bata, pemasangan atap, pemasangan dinding kalsiboard, hingga pemasangan pintu, jendela, dan pengecoran lantai. Proses ini melibatkan relawan dan masyarakat setempat dengan semangat gotong royong.
Tantangan di lapangan masih menjadi perhatian utama. Tanah yang masih berlumpur di beberapa titik memerlukan proses pembersihan dan perataan sebelum pembangunan dimulai. Selain itu, distribusi material juga membutuhkan waktu karena akses menuju lokasi terdampak belum sepenuhnya pulih.
Latif, relawan LAZNAS Al Irsyad yang berada di Aceh, menegaskan bahwa kebutuhan rumah di bulan Ramadhan sangat dirasakan oleh warga. “Di bulan Ramadhan ini, masyarakat sangat membutuhkan rumah agar bisa beribadah dengan tenang bersama keluarga. Rumah yang sederhana sekalipun sangat berarti bagi mereka,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen lembaga dalam merealisasikan program tersebut. “LAZNAS Al Irsyad berkomitmen untuk mewujudkan Rumoh Aceh Mandiri bagi masyarakat di sini. Meski ada kendala tanah yang masih berlumpur dan material yang belum lengkap, kami terus berusaha agar target pembangunan 80 rumah ini bisa tercapai,” tambah Latif.
Di bulan penuh keberkahan ini, LAZNAS Al Irsyad mengajak para muhsinin untuk turut ambil bagian dalam menghadirkan hunian layak bagi saudara-saudara kita di Aceh. Setiap sedekah yang ditunaikan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, sekaligus menjadi wasilah terbangunnya rumah yang menghadirkan ketenangan ibadah bagi sebuah keluarga.
Mari salurkan sedekah terbaik Anda melalui LAZNAS Al Irsyad. Bersama, kita wujudkan 80 Rumoh Aceh Mandiri agar lebih banyak keluarga dapat menjalani Ramadhan dengan damai di rumah mereka sendiri.


