LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Saat Air Menjadi Kemewahan bagi Santri di Biroyatul Huda Cilongok

CILONGOK — Selasa, 21 April 2026 Bagi sebagian orang, air adalah kebutuhan yang tersedia setiap saat. Namun tidak demikian bagi para santri Pondok Pesantren Biroyatul Huda, Desa Batuanten, Kecamatan Cilongok, Banyumas. Bagi sekitar 200 santri di pesantren ini, air bersih masih menjadi kebutuhan yang harus diperjuangkan, terutama saat musim kemarau tiba.

Pesantren yang berdiri sejak 1993 itu hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses air untuk menopang kebutuhan dasar para santri. Padahal, air menjadi bagian penting dalam kehidupan pesantren, mulai dari berwudhu, mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan konsumsi harian.

Selama ini, pondok mengandalkan dua sumber air. Pertama, sumur gali sedalam 20 meter, namun debitnya belum mampu mencukupi kebutuhan seluruh santri. Kedua, saluran Pamsimas yang digunakan saat musim hujan, meski distribusinya kerap mengalami gangguan. Ketika kemarau datang, persoalan air berubah menjadi krisis yang dirasakan seluruh penghuni pondok.

Untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus, sebagian santri harus menuju sungai yang berjarak sekitar 500 meter di belakang pondok dengan medan terjal. Sementara santriwati biasanya memanfaatkan fasilitas air di rumah warga sekitar. Untuk kebutuhan minum, pondok juga bergantung pada air galon. Kondisi ini berlangsung di tengah mayoritas santri yang berasal dari keluarga menengah ke bawah.

Krisis Air Mengganggu Aktivitas Santri
Keterbatasan air tidak hanya menyulitkan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memengaruhi aktivitas pendidikan di pesantren. Ketika air sulit diperoleh, waktu dan tenaga santri tersita untuk memenuhi kebutuhan dasar yang seharusnya tersedia dengan layak.

Pengasuh Ponpes Biroyatul Huda, KH. Bukhari Hawa, menyebut kebutuhan sumur bor menjadi harapan besar agar persoalan air bersih di pondok dapat teratasi secara permanen. Menurutnya, keberadaan sumber air yang memadai akan sangat membantu kehidupan dan aktivitas para santri.

Kepala Sekolah Yus Trianto, S.Sos menambahkan, akses air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan pendidikan santri. Sebab, kenyamanan belajar juga ditopang oleh terpenuhinya kebutuhan dasar di lingkungan pondok.

Tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto yang bertugas dalam asesmen program, Rizki Setiawan, mengatakan kebutuhan sumur bor di Ponpes Biroyatul Huda menjadi ikhtiar yang penting untuk segera diwujudkan. Menurutnya, persoalan air di pondok ini bukan sekadar soal fasilitas, tetapi menyangkut kebutuhan dasar ratusan santri yang harus dipenuhi.

“Melihat kondisi di lapangan, sumur bor menjadi solusi yang sangat dibutuhkan agar para santri memiliki akses air bersih yang lebih layak. Kami mengajak para muhsinin turut ambil bagian dalam ikhtiar ini, karena manfaatnya akan dirasakan para santri dalam jangka panjang,” ujar Rizki.

Di tengah keterbatasan fasilitas, para santri Biroyatul Huda tetap menunjukkan semangat belajar dan berprestasi. Namun kebutuhan air bersih yang memadai menjadi bagian penting yang masih membutuhkan perhatian bersama.

Sumur Bor Jadi Harapan Baru bagi 200 Santri
Melihat kondisi tersebut, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto mendorong para muhsinin untuk turut mengambil bagian membantu mewujudkan sumur bor bagi Ponpes Biroyatul Huda. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar kebutuhan air bersih untuk 200 santri dapat terpenuhi secara lebih layak dan berkelanjutan.

Bagi LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, membantu menghadirkan sumur bor bukan hanya tentang menyediakan akses air, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan para santri. Setiap air yang mengalir untuk wudhu, kebutuhan harian, dan aktivitas belajar di pesantren diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para dermawan.

Di tengah keterbatasan yang telah lama dihadapi, kebutuhan sumur bor kini menjadi harapan besar bagi para santri. Melalui kepedulian bersama, para muhsinin diajak menjadi bagian dari solusi, menghadirkan air bersih yang tidak lagi menjadi kemewahan, melainkan kebutuhan yang dapat diakses layak oleh seluruh santri.

Scroll to Top