LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Sebatang Kara di Usia Senja, Bu Naisem Bertahan di Tengah Keterbatasan

Usia senja seharusnya menjadi masa untuk menikmati hari-hari dengan tenang. Namun, kenyataan itu belum sepenuhnya dirasakan oleh Bu Naisem. Di usia 75 tahun, perempuan yang tinggal seorang diri ini harus berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi sekaligus kondisi kesehatan yang terus menurun.

Dahulu, Bu Naisem bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Dari pekerjaan itulah ia memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun seiring bertambahnya usia, tenaga yang dimilikinya tidak lagi sekuat dulu. Ia akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.

Sejak tidak lagi memiliki penghasilan tetap, kehidupan Bu Naisem berjalan dengan penuh kesederhanaan. Ia tinggal sebatang kara tanpa keluarga yang mendampinginya. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Bu Naisem mengandalkan bantuan dari masyarakat sekitar yang dengan tulus memberikan makanan dan perhatian kepadanya.

Meski hidup dalam keterbatasan, Bu Naisem tetap berusaha menjalani hari-harinya dengan sabar. Namun ujian kembali datang ketika ia mengalami kecelakaan di rumahnya sendiri.

Terpeleset di Rumah, Kini Sulit Berjalan

Beberapa waktu lalu, Bu Naisem terpeleset dan terjatuh di kediamannya. Peristiwa tersebut menyebabkan kakinya mengalami cedera sehingga ia kesulitan berjalan seperti biasanya.

Sejak kejadian itu, aktivitas sehari-harinya menjadi sangat terbatas. Untuk berpindah tempat di dalam rumah saja, ia harus berusaha keras menahan rasa sakit. Tidak adanya keluarga yang tinggal bersamanya membuat kondisi tersebut semakin memprihatinkan.

Selain membutuhkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari, Bu Naisem juga memerlukan pampers dan dukungan biaya untuk menunjang kebutuhan hidup serta proses perawatannya. Dalam kondisi yang serba terbatas, kebutuhan-kebutuhan tersebut menjadi beban yang sulit dipenuhi seorang diri.

Kabar mengenai kondisi Bu Naisem kemudian sampai kepada LAZNAS Al Irsyad Purwokerto.

LAZNAS Al Irsyad Purwokerto Bergerak Cepat Menjangkau Bu Naisem

Mendapatkan informasi mengenai kondisi Bu Naisem, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto bergerak cepat dengan mengunjungi kediamannya untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan dan kebutuhan yang mendesak. Tim melakukan asesmen lapangan sekaligus memberikan dukungan moral kepada Bu Naisem yang tengah menghadapi masa sulit.

Dalam kunjungan tersebut, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto menyalurkan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari Bu Naisem. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban hidup yang selama ini harus ia jalani seorang diri.

Rizky, selaku perwakilan tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya hadir secepat mungkin ketika menerima informasi mengenai kondisi Bu Naisem.

“Saat kami mendapatkan informasi tentang kondisi Bu Naisem, kami langsung berkoordinasi dan mengunjungi beliau untuk memastikan kebutuhan yang paling mendesak. Alhamdulillah, hari ini kami dapat menyalurkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian dari para muhsinin. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban beliau dan memberikan semangat untuk menjalani masa pemulihan,” ujar Rizky.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus peduli terhadap para lansia yang hidup dalam keterbatasan.

“Bu Naisem adalah salah satu dari banyak lansia yang membutuhkan perhatian kita bersama. Mereka mungkin tidak selalu terlihat, tetapi mereka ada di sekitar kita. Kami mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian, karena sekecil apa pun bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan mereka,” tambahnya.

Kehadiran tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto disambut dengan rasa syukur oleh Bu Naisem. Di tengah kesulitan yang dihadapinya, perhatian dan bantuan yang datang menjadi bukti bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap kondisinya.

Program bantuan ini merupakan bagian dari komitmen LAZNAS Al Irsyad Purwokerto untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia dhuafa yang hidup dalam keterbatasan dan minim pendampingan keluarga. Melalui dukungan para donatur dan muhsinin, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto terus berupaya menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan secara tepat sasaran.

Kisah Bu Naisem mengingatkan kita bahwa masih banyak lansia yang menjalani masa tua dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka membutuhkan perhatian, kepedulian, dan dukungan agar dapat menjalani hidup dengan lebih layak.

Di usianya yang ke-75 tahun, Bu Naisem memang tinggal seorang diri. Namun melalui kepedulian masyarakat dan para muhsinin yang mempercayakan amanahnya melalui LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, ia tidak harus menghadapi seluruh perjuangan itu sendirian. Setiap bantuan yang diberikan menjadi pengingat bahwa kebaikan masih hidup dan selalu menemukan jalannya untuk menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Scroll to Top