Ende, Sabtu 30 Agustus 2025 — Harapan warga Pulau Ende, Nusa Tenggara Timur, untuk mendapatkan akses air tawar mulai menemukan titik terang. Tim pengukuran geolistrik dan Active Digital Magnetotelluric (ADMT) dari LAZNAS Al Irsyad, yang dipimpin oleh Pak Hamid, tiba di Ende pada Sabtu siang dan langsung memulai survei lapangan.

“Alhamdulillah, hari ini tim LAZNAS Al Irsyad melakukan pengukuran geolistrik dan ADMT dengan target di dua titik pada dua desa di Pulau Ende, di antaranya desa Redodori dan desa Ndoriwoi,” jelas Pak Hamid.

Tim geolistrik terdiri dari tiga orang inti, Pak Hamid dari LAZNAS Al Irsyad, serta dua ahli dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, yakni Bapak Endi Heri Atmoko dan Bapak Theo Arisya Vanlee. Mereka didukung masyarakat setempat bersama empat relawan pemuda Pulau Ende yang membantu kelancaran proses pengukuran.
“Masyarakat di sini sangat antusias membantu, karena mereka sangat membutuhkan air tawar. Harapannya, masyarakat bisa segera mengonsumsi air tawar dan tidak lagi kesulitan mendapatkannya,” ungkap Bapak Endi dari tim geolistrik Unsoed.
“Masyarakat sangat berharap pada program ini, karena kebutuhan air tawar begitu mendesak. Kami pun berharap dapat sukses melaksanakan program ini,” tambah Pak Hamid dari LAZNAS Al Irsyad.
Hasil survei ini akan menjadi dasar pembangunan 16 sumur air tawar yang direncanakan di 16 masjid dan tersebar di 9 desa Pulau Ende.
Melalui program ini, LAZNAS Al Irsyad mengajak masyarakat luas untuk mendukung upaya menghadirkan sumur air tawar di Pulau Ende. Semoga langkah ini menjadi awal perubahan besar bagi kualitas hidup warga di kepulauan tersebut.

