Banyumas — Harapan masyarakat Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, untuk memiliki akses air bersih semakin mendekati kenyataan. Pada Rabu, 15 Juli, tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto melaksanakan kegiatan monitoring pembangunan sumur gali di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Yatim dan Dhuafa Mafaza. Hasil pemantauan menunjukkan progres yang menggembirakan. Pelebaran sumur terus berjalan dan tanda-tanda munculnya sumber air mulai terlihat.
Monitoring dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus mengevaluasi perkembangan di lapangan. Hingga saat ini, diameter sumur telah diperbesar dari semula 1,6 meter menjadi 2,5 meter. Sementara itu, kedalaman galian telah mencapai sekitar 3,5 meter.
Kabar yang paling dinantikan akhirnya datang ketika air mulai terlihat di dasar sumur. Meski proses pengerjaan masih berlanjut hingga mencapai kedalaman yang direncanakan, kemunculan air menjadi sinyal positif bahwa ikhtiar menghadirkan sumber air bersih mulai membuahkan hasil.
Menjawab Kebutuhan Air di Wilayah Rawan Kekeringan
Pembangunan sumur gali ini bukan tanpa alasan. Desa Tanggeran merupakan salah satu wilayah yang kerap mengalami kekeringan, terutama saat musim kemarau tiba. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus berjuang lebih keras untuk memperoleh air bersih yang menjadi kebutuhan utama setiap hari.
Keterbatasan air tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mempengaruhi aktivitas ibadah dan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Yatim dan Dhuafa Mafaza. Air menjadi kebutuhan penting bagi para santri untuk berwudhu, mandi, memasak, hingga menjaga kebersihan lingkungan pesantren.
Karena itu, pembangunan sumur gali di kawasan pesantren diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Kehadirannya tidak hanya menjadi sumber air bagi pondok pesantren, tetapi juga dapat membantu masyarakat sekitar yang selama ini menghadapi kesulitan memperoleh air bersih ketika musim kemarau datang.
Komitmen Menghadirkan Manfaat Jangka Panjang
Perwakilan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, Ali menyampaikan bahwa pembangunan sumur ini merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, hasil monitoring menunjukkan progres yang baik. Diameter sumur sudah diperlebar menjadi 2,5 meter, kedalaman mencapai sekitar 3,5 meter, dan air mulai terlihat. Ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Kami berharap proses pembangunan dapat segera selesai sehingga masyarakat, masjid, dan Pondok Pesantren Mafaza dapat memanfaatkan sumber air bersih ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mendukung kegiatan ibadah,” ujar Ali.
LAZNAS Al Irsyad Purwokerto terus berkomitmen menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui penyediaan akses air bersih. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan sumber air.
Dengan semakin terlihatnya hasil pembangunan sumur gali ini, harapan baru pun tumbuh di tengah masyarakat Tanggeran. Sebuah sumur bukan sekadar lubang yang digali di dalam tanah, tetapi menjadi sumber kehidupan yang akan mengalirkan manfaat bagi para santri, jamaah masjid, dan warga sekitar selama bertahun-tahun yang akan datang.


