LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Monitoring Hari Pertama, Pengeboran Sumur Bor LAZNAS Al Irsyad di Desa Srowot Capai Kedalaman 12 Meter

Banyumas — Upaya menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat terus dilakukan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto. Setelah berhasil membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air para santri Pondok Pesantren Biroyatul Huda, kami kembali melanjutkan ikhtiar dengan membangun sumur bor di Madrasah Diniyah (Madin) At Tasnim, Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas (15/07).

Tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto melakukan monitoring hari pertama proses pengeboran. Hasil pemantauan menunjukkan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Hingga akhir proses pada hari pertama, pengeboran telah mencapai kedalaman 12 meter.

Monitoring dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik, mulai dari kondisi lapangan, perkembangan pengeboran, hingga kesiapan teknis sebelum pengeboran dilanjutkan ke kedalaman berikutnya. Kehadiran tim di lokasi juga menjadi bentuk komitmen agar pembangunan sumur benar-benar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Menjawab Kebutuhan Air Masyarakat Desa Srowot

Desa Srowot dikenal sebagai salah satu wilayah yang kerap menghadapi kekurangan air ketika musim kemarau berlangsung. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus berupaya lebih keras untuk memperoleh air bersih yang digunakan untuk mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan ibadah.

Keberadaan sumur bor di lingkungan Madin At Tasnim diharapkan menjadi solusi atas persoalan tersebut. Tidak hanya memenuhi kebutuhan lembaga pendidikan, sumber air ini juga akan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.

Madin At Tasnim sendiri menjadi tempat belajar bagi 95 santri. Setiap hari mereka membutuhkan pasokan air yang memadai untuk berwudhu, menjaga kebersihan lingkungan, serta menunjang aktivitas belajar mengajar. Selama ini, ketersediaan air sering kali menjadi tantangan, terutama ketika debit sumber air di sekitar lokasi menurun.

Manfaat pembangunan sumur bor juga akan dirasakan oleh sedikitnya 35 kepala keluarga yang tinggal di RT 02 RW 03 Desa Srowot. Dengan hadirnya sumber air baru, masyarakat diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari saat musim kemarau datang.

Komitmen Menghadirkan Manfaat yang Berkelanjutan

Perwakilan tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, Ali, mengatakan monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target dan menghasilkan sumber air yang layak dimanfaatkan masyarakat.

“Monitoring ini menjadi bagian dari komitmen kami agar setiap tahapan pembangunan berjalan optimal. Kami berharap pengeboran dapat menemukan sumber air yang mencukupi sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan oleh para santri maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, program sumur bor bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga investasi manfaat yang akan terus dirasakan dalam jangka panjang. Air yang mengalir dari sumur tersebut nantinya akan mendukung aktivitas pendidikan di Madin At Tasnim sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Scroll to Top