LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Audit Internal LAZNAS Al Irsyad Purwokerto Tekankan Transparansi dan Amanah Donatur

Purwokerto — LAZNAS Al Irsyad Purwokerto menggelar pembacaan hasil audit internal pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di RBU (Ruang Belajar Utara) Masjid Fatimatuzaahra. Forum ini menjadi ruang evaluasi untuk memperkuat tata kelola dan menjaga amanah donatur.Direktur LAZNAS Al Irsyad Purwokerto membuka acara sejak pagi. Peserta audit terdiri dari unsur pengurus dan amil lembaga. Suasana forum berlangsung serius namun tetap hangat dan penuh perhatian.

Setelah pembukaan, Ustadz Musthofa membacakan hasil audit internal lembaga. Ia menyampaikan evaluasi umum terkait tata kelola dan sistem pelaporan. Forum kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ustadz Nasim.

Audit Jadi Pengingat Amanah Lembaga


Ustadz Hidayat mengatakan audit internal memasuki hari kedua pelaksanaan. Ia berharap kualitas pelaporan di lingkungan lembaga terus mengalami peningkatan. Menurut dia, perbaikan administrasi harus menjadi perhatian bersama. “Harapannya, kualitas pelaporan di lembaga ini terus meningkat dan semakin tertata dengan baik. Audit internal ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk mempersiapkan audit eksternal, sehingga seluruh proses pengelolaan lembaga benar-benar siap, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” kata Ustadz Hidayat.

Dalam pembacaan hasil audit, Ustadz Musthofa selaku ketua tim auditor menilai tata kelola lembaga telah berjalan dengan baik. Meski demikian, ia meminta seluruh tim tidak cepat merasa puas. Sebab, tantangan pengelolaan lembaga amil terus berkembang.
“Secara umum, lembaga telah menjalankan tata kelola dengan baik. Namun, kami berharap semangat untuk memperbaiki pelaporan dan meningkatkan transparansi terus dijaga demi amanah para donatur,” ujar Ustadz Musthofa.

Menurut Musthofa, lembaga amil harus memiliki semangat fastabiqul khairat dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai amil bukan hanya bekerja di balik administrasi dan laporan. Lebih dari itu, amil hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Lembaga amil harus memiliki semangat fastabiqul khairat, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. Tugas kita bukan hanya mengelola dana, tetapi juga memastikan bantuan benar-benar hadir untuk mereka yang membutuhkan,” kata Musthofa.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kondisi umat. Menurut dia, keberadaan lembaga zakat harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, amanah yang dititipkan donatur harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap kondisi umat. Jangan sampai masih ada saudara Muslim yang merasakan lapar, sementara kita memiliki amanah untuk membantu mereka,” lanjutnya.

Transparansi Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan


Dalam sesi berikutnya, Ustadz Nasim menyoroti pentingnya transparansi dalam lembaga zakat. Ia mengatakan laporan yang jelas menjadi bentuk tanggung jawab kepada para donatur. Menurut dia, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui keterbukaan.“Kita harus terus memperkuat pelaporan dan transparansi lembaga. Sebab, setiap amanah yang dititipkan donatur harus dapat dipertanggungjawabkan dengan jelas dan terbuka,” ujar Ustadz Nasim.

Ustadz Nasim menilai masyarakat kini semakin kritis terhadap pengelolaan dana sosial. Karena itu, lembaga amil perlu terus meningkatkan profesionalitas kerja. Salah satunya melalui audit internal yang dilakukan secara rutin.

Peserta audit tampak mencatat sejumlah poin evaluasi yang disampaikan auditor. Beberapa peserta juga berdiskusi terkait perbaikan sistem pelaporan dan administrasi. Forum berlangsung hingga siang hari dengan penuh perhatian.

Audit internal menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lembaga filantropi. Evaluasi rutin membantu lembaga melihat kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Selain itu, audit juga memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.

Proses audit ini tidak berhenti pada audit internal saja. LAZNAS Al Irsyad Purwokerto juga akan melanjutkan tahapan evaluasi melalui audit eksternal. Langkah tersebut menjadi bentuk keseriusan lembaga dalam menjaga transparansi dan profesionalitas pengelolaan amanah umat.

Melalui audit internal ini, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto berharap kualitas tata kelola semakin meningkat. Lembaga juga ingin memperkuat transparansi kepada masyarakat dan donatur. Dengan tata kelola yang baik, manfaat zakat diharapkan semakin luas dirasakan umat.

Scroll to Top