Kurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam. Ibadah kurban dilaksanakan pada Hari Raya Idul adha dan hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Berkurban juga dimaknai dengan sebuah bentuk kepasrahan seorang hamba untuk mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.
Beberapa ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum berkurban, menurut Imam Hanafi berkurban hukumnya wajib bagi yang mampu. Sementara itu, menurut Imam Maliki kurban adalah sunnah muakkad dan makruh jika ditinggalkan oleh orang yang mampu. Sedangkan Imam Syafi’i berpendapat bahwa kurban sebaiknya dilakukan setidaknya sekali seumur hidup, baik oleh individu maupun keluarga. Hewan yang dikurbankan biasanya berupa sapi, kambing, domba, atau unta, sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih seekor hewan, melainkan simbol dari ketundukan dan kepatuhan mutlak seorang hamba kepada perintah Allah SWT. Kurban mengajarkan bahwa kecintaan kepada Allah SWT harus melebihi cinta terhadap harta, keluarga, bahkan diri sendiri. Hal ini tercermin dalam kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS, ketika keduanya dengan penuh keikhlasan menjalankan perintah Allah untuk melakukan sesuatu yang sangat berat, yakni pengorbanan seorang ayah dan anak. Namun karena keduanya tunduk sepenuhnya pada perintah Allah, mereka pun menjadi simbol ketaatan. Kisah ini diabadikan dalam Surah As-Shaffat ayat 103–109, yang menggambarkan bagaimana Ibrahim dan Ismail “berserah diri” kepada kehendak Allah, hingga akhirnya Allah menggantikan Ismail dengan seekor hewan sebagai bentuk penghormatan atas keimanan mereka. Dari sini, umat Islam diajak untuk meneladani semangat pengorbanan dan ketundukan ini dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan kurban sebagai momen untuk memperkuat iman dan menjauhkan diri dari ego dan keinginan duniawi.
Allah SWT. berfirman mengenai peristiwa kurban ini di dalam Alquran, Surah As-Shaffat, ayat 103-109:
“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: ‘Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) ‘Selamat sejahtera bagi Ibrahim’.”
Sejarah ibadah kurban mengandung kisah yang sangat mengharukan antara Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah ini menjadi pelajaran berharga tentang ketaatan dan kepatuhan mutlak kepada perintah Allah SWT. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk meneladani sikap Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, yang dengan ikhlas dan tanpa ragu melaksanakan apa yang Allah perintahkan. Saat kita berusaha patuh dan taat kepada perintah-Nya, Allah SWT akan membalas dengan cara yang tidak pernah kita sangka, memberikan kebaikan yang terbaik untuk kita sebagai hamba-Nya.
Sahabat yang ingin menunaikan ibadah kurban tahun ini, Insya Allah LAZNAS Al Irsyad menyediakan hewan kurban berkualitas. Yuk pilih hewan kurbanmu di LAZNAS Al Irsyad, sahabat bisa datang langsung ke kantor atau mengunjungi link berikut https://kurban.laznasalirsyad.org/.


