Purwokerto — Berawal dari berjualan jajanan di sekolah untuk membantu ekonomi keluarga, Muhammad Rasyid Syamil kini berhasil menembus Universitas Indonesia (UI), jurusan Manajemen, salah satu program studi dengan tingkat persaingan ketat. Perjalanan ini tak lepas dari dukungan beasiswa Pendidikan Orang Tua Asuh (OTA) yang dijalankan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto.
Rasyid mulai menerima beasiswa OTA saat duduk di kelas 1 SMP Negeri 8 Purwokerto. Bantuan biaya pendidikan ini mencakup seragam, buku, hingga uang sekolah, dan terus ia terima hingga lulus dari SMA Negeri 2 Purwokerto. Dengan terbebas dari beban biaya, Rasyid dapat fokus mengembangkan prestasi akademik dan keterampilan kepemimpinan.

Di sekolah, Rasyid dikenal sebagai siswa berprestasi dan aktif di berbagai kegiatan. Di SMP, ia sudah terbiasa mengikuti lomba akademik. Saat SMA, ia memegang peran penting di organisasi OSIS dan Rohis. Aktivitas itu mengasah kemampuan kepemimpinan sekaligus membentuk jaringan pertemanan yang luas. Namun di balik kesibukannya, Rasyid tetap membantu perekonomian keluarga dengan berjualan jajanan di sekolah.
Keterlibatan Rasyid tidak berhenti di bangku sekolah. Sebagai penerima beasiswa OTA, ia juga mengikuti Oemah Sinau, program pembinaan khusus dari LAZNAS Al Irsyad Purwokerto bagi penerima beasiswa. Program ini memberikan pelatihan seperti public speaking, penulisan, kepemimpinan,dan berbagai pelatihan lainnya. Ia juga ikut serta dalam kegiatan sosial, salah satunya menjadi bagian dari tim distribusi hewan kurban ke desa-desa.
“Berkat para muhsinin, saya bisa belajar tanpa khawatir soal biaya. Semoga semakin banyak anak yang bisa merasakan kesempatan seperti saya,” ujarnya. Rasyid berharap para muhsinin LAZNAS Al Irsyad yang telah membantu mendapatkan balasan terbaik dari Allah dan tetap istiqomah mendukung pendidikan generasi muda.
Program OTA sendiri telah berjalan bertahun-tahun dan menjadi salah satu fokus utama LAZNAS Al Irsyad Purwokerto. Setiap tahunnya, siswa dari berbagai jenjang pendidikan mendapatkan bantuan ini, dengan harapan lahirnya generasi berilmu, berakhlak, dan mandiri secara ekonomi. Kisah Rasyid adalah satu dari banyak cerita keberhasilan yang lahir dari program ini, sebuah bukti bahwa akses pendidikan dapat membuka pintu masa depan yang lebih cerah.
Pihak LAZNAS Al Irsyad Purwokerto berharap dukungan muhsinin dapat terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda berilmu, berakhlak, dan mandiri secara ekonomi. Kisah Rasyid menjadi salah satu potret keberhasilan yang lahir dari sinergi pendidikan, pelatihan, dan kepedulian sosial.

