LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Gempa Susulan Bertubi-tubi, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto Kirim Tim ke Pusat Gempa di Nagekeo

Purwokerto — Gempa susulan yang masih terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur, mendorong LAZNAS Al Irsyad Purwokerto memperluas respons kemanusiaannya. Setelah mengerahkan relawan lokal dan mendirikan dapur umum di sejumlah titik di Ende, LAZNAS Al Irsyad kini mengirimkan tim menuju Mbay, Kabupaten Nagekeo, yang berada di sekitar wilayah pusat gempa (18/08). 

Dua orang diberangkatkan dalam misi kemanusiaan tersebut. Mereka adalah Chairun Nissa Rodja, staf Marketing dan Komunikasi LAZNAS Al Irsyad Purwokerto yang merupakan warga asli Ende, Nusa Tenggara Timur, serta M. Luthfi Hansen, volunteer LAZNAS Al Irsyad.

Keduanya akan menempuh perjalanan dari Purwokerto menuju Surabaya menggunakan kereta api. Dari Surabaya, perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal menuju Ende. Setelah tiba di Ende, tim akan langsung bergerak melalui jalur darat menuju Mbay, Nagekeo, untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang paling mendesak.

Perjalanan panjang tersebut dilakukan ketika kondisi di Flores masih menghadapi gempa susulan yang terjadi berulang kali. LAZNAS Al Irsyad ingin memastikan respons kemanusiaan tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi juga menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terdampak lainnya.

Bukan Sekadar Menyampaikan Amanah, Nissa Pulang ke Tanah Kelahiran

Bagi Chairun Nissa Rodja, perjalanan menuju Flores memiliki makna yang berbeda. Selain menjalankan tugas sebagai bagian dari tim kemanusiaan LAZNAS Al Irsyad, ia juga akan kembali ke tanah kelahirannya dalam situasi yang jauh dari kata biasa.

Nissa merupakan warga asli Ende. Di tengah perjalanan untuk menyampaikan amanah para muhsinin kepada masyarakat terdampak gempa, ia juga harus menghadapi kenyataan bahwa bencana tersebut turut menimpa keluarganya.

Rumah-rumah keluarganya ikut hancur akibat gempa. Karena itu, keberangkatan Nissa ke Flores bukan hanya tentang membawa bantuan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi keluarga yang turut menjadi korban.

“Keberangkatan ini bagi saya bukan hanya untuk menyampaikan amanah dari para muhsinin kepada saudara-saudara yang terdampak gempa. Saya juga ingin melihat kondisi keluarga yang ikut menjadi korban. Rumah-rumah keluarga saya turut hancur akibat gempa,” ujar Nissa.

Situasi tersebut membuat perjalanan ini memiliki beban emosional tersendiri. Namun, ia tetap memilih berangkat bersama tim untuk menjalankan amanah kemanusiaan sekaligus memastikan kondisi masyarakat di wilayah terdampak dapat dilihat secara langsung.

Di sisi lain, M. Luthfi Hansen akan mendampingi perjalanan sebagai volunteer. Keduanya akan bekerja bersama dalam melakukan asesmen awal dan mendukung kebutuhan respons di lapangan sesuai kondisi yang ditemukan.

Dilepas Lajnah Sosial, Tim Siap Bergerak ke Lokasi Terdampak

Sebelum berangkat, tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto mengikuti pelepasan bersama Lajnah Sosial PC Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Pelepasan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus doa agar perjalanan menuju Flores berjalan lancar.

Ketua Lajnah Sosial PC Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, Ustadz Mahdi, menyampaikan dukungan kepada tim yang akan berangkat.

“Alhamdulillah, hari ini kita memberangkatkan tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto untuk terjun langsung membantu korban terdampak gempa di Flores, NTT. InsyaAllah kita siap membantu, mendukung dengan doa dan tenaga untuk mereka,” ujar Ustadz Mahdi.

Setelah menempuh perjalanan darat dan laut, tim akan menuju Mbay, Nagekeo. Setibanya di lokasi, mereka akan melihat kondisi masyarakat secara langsung dan memetakan kebutuhan yang dapat segera direspons.

Sebelumnya, LAZNAS Al Irsyad telah mengerahkan relawan lokal untuk mendirikan dapur darurat di Ende. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga yang kesulitan beraktivitas akibat gempa susulan yang masih terjadi.

Kini, respons diperluas menuju Mbay. Tim dari Purwokerto membawa dua hal sekaligus: amanah para muhsinin dan kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Bagi Nissa, perjalanan pulang kali ini mungkin terasa berbeda. Ia kembali ke tanah kelahirannya bukan untuk sekedar bertemu keluarga, melainkan untuk melihat langsung luka yang ditinggalkan bencana sekaligus membawa amanah dari orang-orang yang ingin membantu.

Di tengah rumah-rumah yang rusak dan masyarakat yang masih dihantui gempa susulan, kehadiran relawan menjadi bentuk nyata bahwa mereka tidak sendirian. LAZNAS Al Irsyad Purwokerto akan terus berupaya bergerak bersama masyarakat Flores hingga masa tanggap darurat dapat dilalui.

Scroll to Top