BANYUMAS – Akses terhadap air yang layak menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap orang. Namun, bagi santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Yatim dan Dhuafa MAFAZA, Tanggeran, Kecamatan Somagede, Banyumas, kebutuhan tersebut selama ini belum sepenuhnya terpenuhi. Air yang digunakan sehari-hari berasal dari sumur gali lama yang kondisinya kurang layak. Selain berbau, debit airnya juga sering menurun, bahkan mengering saat musim kemarau (13/07).
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas harian para santri. Kebutuhan untuk berwudhu, mandi, mencuci, hingga memasak harus menyesuaikan dengan ketersediaan air. Saat musim kemarau tiba, keterbatasan air menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari.
Melihat kondisi tersebut, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto menggulirkan pembangunan sumur gali sebagai solusi jangka panjang. Program ini diharapkan mampu menghadirkan sumber air yang lebih layak sekaligus mendukung aktivitas belajar dan ibadah para santri tanpa terkendala persoalan air.
Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga amanah para donatur, tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto melakukan monitoring langsung ke lokasi pembangunan. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan menghasilkan fasilitas yang benar-benar bermanfaat bagi para penerima manfaat.
Memastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Rencana
Monitoring menjadi bagian penting dalam setiap program pemberdayaan yang dijalankan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto. Melalui kunjungan lapangan, tim dapat memantau progres pembangunan, mengevaluasi kualitas pekerjaan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang mungkin muncul selama proses berlangsung.
Di lokasi pembangunan, proses pengerjaan sumur terus menunjukkan perkembangan. Tim monitoring juga berdialog dengan pengelola pondok untuk mengetahui secara langsung kondisi kebutuhan air yang selama ini mereka hadapi.
Rizky, perwakilan tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, mengatakan monitoring dilakukan agar proses pembangunan berjalan sesuai standar yang telah direncanakan dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan proses pembangunan sumur gali berjalan sesuai rencana dan kualitas pekerjaan tetap terjaga. Harapannya, sumur ini nantinya benar-benar dapat menjadi solusi atas keterbatasan air yang selama ini dirasakan para santri dan masyarakat sekitar pondok,” ujar Rizky.
Air Layak, Penopang Aktivitas dan Ibadah Santri
Pengurus pondok menyampaikan bahwa keterbatasan air telah menjadi persoalan yang dirasakan cukup lama. Sumur yang digunakan saat ini menghasilkan air dengan kualitas yang kurang baik dan sering tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh santri, terutama ketika musim kemarau tiba.
Pembangunan sumur gali ini diharapkan mampu menjadi solusi yang lebih berkelanjutan. Dengan tersedianya sumber air yang memadai, para santri dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman tanpa harus khawatir terhadap keterbatasan pasokan air.
“Air adalah kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di lingkungan pesantren. Kami berharap pembangunan sumur gali ini dapat menghadirkan sumber air yang lebih layak sehingga para santri bisa beribadah, belajar, dan beraktivitas dengan lebih nyaman. Ini adalah amanah dari para donatur yang kami upayakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para penerima manfaat,” tutur Rizky.
LAZNAS Al Irsyad Purwokerto meyakini bahwa setiap program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat akan memberikan dampak yang berkelanjutan. Ketersediaan air yang layak tidak hanya meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat, tetapi juga mendukung kegiatan pendidikan dan ibadah di lingkungan pesantren.
Monitoring yang dilakukan menjadi bukti bahwa setiap amanah dari para muzakki terus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Setiap tahapan pembangunan dipastikan berjalan sesuai perencanaan agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh para santri dan masyarakat sekitar pondok.
Semoga pembangunan sumur gali di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Yatim dan Dhuafa MAFAZA dapat segera rampung dan menjadi sumber kehidupan yang terus mengalir. Dari setetes air yang mengalir setiap hari, akan lahir ribuan doa, semangat belajar, dan harapan baru bagi generasi penghafal Al-Qur’an.


