Sebanyak 150 peserta Program Pendidikan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (PGTPQ) mengikuti prosesi wisuda pada Ahad, 12 Juli 2026 bertempat di Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto. Momen tersebut bukan sekadar penanda berakhirnya masa belajar, tetapi menjadi awal lahirnya para pengajar Al-Qur’an yang siap mengabdikan ilmunya di berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), khususnya di wilayah Banyumas.

Para wisudawan terdiri atas 124 peserta akhwat dan 26 peserta ikhwan. Mereka berhasil menyelesaikan proses pendidikan yang berlangsung sekitar sepuluh bulan, dengan masa pembelajaran aktif selama tujuh hingga delapan bulan. Selama itu, peserta tidak hanya dibimbing memperbaiki bacaan Al-Qur’an, tetapi juga mempelajari metode pembelajaran TPQ, akhlak, serta bekal menjadi pendidik yang mampu membimbing generasi Qur’ani.
Koordinator PGTPQ, Ustadz Ulil, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program tersebut. Ia mengawali laporannya dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, donatur, panitia, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan PGTPQ hingga terlaksana wisuda angkatan ke-11.
Menurutnya, program ini diikuti lebih dari 180 pendaftar pada awal proses seleksi. Sebanyak 165 peserta dinyatakan mengikuti pembelajaran, dan akhirnya 150 peserta berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan hingga wisuda.
Ia berharap PGTPQ terus menjadi program yang membawa manfaat luas bagi umat Islam. Ustadz Ulil juga berpesan agar seluruh alumni tidak berhenti belajar dan terus mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan program.
Bekal Menjadi Guru yang Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an
Dalam sambutannya, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ustadz H. Faizal Riza, S.Ag., M.S.I., mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan. Ia berharap para lulusan mampu memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk mengajar di TPQ dan menjadi bagian dari penguatan pendidikan Al-Qur’an di masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Banyumas memiliki sekitar 1.900 TPQ, dengan sekitar 1.000 TPQ yang masih aktif. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan akan guru Al-Qur’an yang kompeten masih sangat besar.
Menurutnya, tugas seorang guru TPQ tidak berhenti pada kemampuan mengajarkan huruf hijaiyah atau tajwid. Guru juga memiliki tanggung jawab membangun kecintaan anak-anak terhadap masjid, Al-Qur’an, dan suasana belajar yang menyenangkan. Ketika anak mencintai masjid sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter baik sekaligus semangat belajar yang tinggi.
Ketua Takmir Masjid, Ustadz Syarief Ba’asyir, turut mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan beserta para pendamping. Ia bersyukur karena PGTPQ mampu bertahan dan terus berkembang selama sebelas tahun penyelenggaraan.
Menurutnya, setiap ilmu yang diajarkan kepada anak-anak tidak akan pernah sia-sia. Manfaatnya akan terus mengalir bahkan hingga dirasakan oleh generasi berikutnya. Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan pembelajaran yang mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai dengan memperkuat kedekatan mereka kepada Al-Qur’an dan lingkungan masjid.
Di akhir sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu keberlangsungan PGTPQ selama ini. Ia berharap jumlah peserta pada angkatan berikutnya semakin meningkat serta mengajak masyarakat terus memberikan doa, dukungan, dan masukan demi penyempurnaan kurikulum pada periode selanjutnya.
Wisuda Bukan Akhir Perjalanan Dakwah
Suasana haru terasa ketika perwakilan wisudawan, Ustadz Nandar, menyampaikan sambutannya. Ia mengingatkan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan buah dari perjalanan panjang yang dipenuhi latihan, kesabaran, dan perjuangan memperbaiki bacaan Al-Qur’an.

Ia mengenang bagaimana para peserta dahulu masih belajar melafalkan makhraj huruf dengan terbata-bata. Kini mereka telah dipersiapkan menjadi penjaga dan pengajar firman Allah di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir berkat pertolongan Allah serta dukungan para guru, panitia, lembaga penyelenggara, dan para donatur yang terus membersamai proses pendidikan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada LAZNAS Al Irsyad Purwokerto yang telah mendukung terselenggaranya program sehingga para peserta dapat menuntut ilmu dengan baik.
Ustadz Nandar mengajak seluruh alumni memandang syal wisuda yang dikenakan bukan sebagai simbol berakhirnya perjuangan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar. Ia mengingatkan bahwa masyarakat menunggu kehadiran para guru TPQ untuk membimbing anak-anak mengenal, mencintai, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian wisuda ditutup dengan tausiyah motivasi Al-Qur’an yang disampaikan Ustadz Shofwan. Melalui tema Motivasi Al-Qur’an, ia mengajak seluruh lulusan menjaga semangat belajar, terus memperbaiki kualitas diri, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus cahaya dalam setiap langkah dakwah.
Wisuda PGTPQ tahun ini pun menjadi penanda lahirnya 150 calon guru Al-Qur’an yang siap menghidupkan TPQ, menguatkan pendidikan Islam, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an di berbagai pelosok Banyumas.


