Rafah, Palestina— Dukungan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina terus dilakukan LAZNAS Al Irsyad Al Islamiyyah. Pada Kamis, 17 September 2026, bantuan kembali menjangkau para pengungsi di wilayah Rafah, Gaza, terutama untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pokok dan akses air.
Bantuan tersebut mencakup perbaikan instalasi serta sumur yang digunakan oleh masyarakat di lokasi pengungsian. Sarana tersebut menjadi salah satu kebutuhan penting bagi para pengungsi yang harus memenuhi kebutuhan air sehari-hari dalam kondisi terbatas.
Perwakilan masyarakat di wilayah pengungsian Rafah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan LAZNAS Al Irsyad Al Islamiyyah. Bantuan tersebut disebut telah memberikan manfaat bagi sekitar 1.500 keluarga pengungsi yang berada di wilayah tersebut.
Dukungan LAZNAS Al Irsyad tidak hanya diarahkan pada perbaikan sarana air. Bantuan juga diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok para pengungsi yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat kondisi kemanusiaan di Gaza.
Akses terhadap air menjadi salah satu kebutuhan yang terus dihadapi masyarakat Gaza. Laporan OCHA pada September 2026 mencatat bahwa 91 persen rumah tangga yang dinilai mengalami tingkat kerawanan air sedang hingga tinggi. Kondisi ini membuat dukungan terhadap sarana air menjadi bagian penting dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Perbaikan instalasi dan sumur di lokasi pengungsian diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses air untuk kebutuhan sehari-hari. Sarana tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan layanan dasar bagi keluarga yang tinggal di tengah keterbatasan fasilitas.
Selain kebutuhan air dan pangan, LAZNAS Al Irsyad turut memberikan perhatian kepada anak-anak di lokasi pengungsian. Bantuan berupa hadiah untuk anak-anak menjadi salah satu bentuk kepedulian agar mereka tetap mendapatkan perhatian di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi.
Dukungan yang terus diberikan LAZNAS Al Irsyad menjadi bagian dari amanah para muhsinin dan masyarakat Indonesia untuk membantu saudara-saudara di Palestina. Bantuan tersebut diupayakan agar tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar yang dapat menunjang kehidupan para pengungsi.


