Ende— Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya membuat warga kehilangan rasa aman, tetapi juga menghentikan aktivitas mereka. Guncangan yang terjadi berulang kali membuat sebagian masyarakat memilih bertahan di luar rumah karena khawatir bangunan kembali terdampak gempa susulan (15/08).
Di tengah kondisi tersebut, LAZNAS Al Irsyad bergerak cepat dengan mengerahkan relawan lokal untuk membantu masyarakat terdampak di Kabupaten Ende. Salah satu kebutuhan paling mendesak yang ditemukan di lapangan adalah makanan.
Sejak pagi, sebagian warga belum sempat makan karena masih diliputi rasa takut untuk masuk ke dalam rumah. Aktivitas memasak pun tidak berjalan seperti biasanya. Hingga malam hari, kondisi tersebut membuat kebutuhan makanan semakin mendesak.
Melihat keadaan itu, LAZNAS Al Irsyad kemudian mendirikan dapur darurat di Jalan Mahoni, Kelurahan Kotaraja, Ende. Dapur darurat ini menjadi bagian dari respons tanggap bencana untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan makanan di tengah situasi yang belum sepenuhnya aman.

Sejak Pagi Belum Makan, Warga Terbantu dengan Dapur Darurat
Gempa susulan yang masih terjadi membuat warga memilih berkumpul di luar rumah. Mereka menghindari aktivitas di dalam bangunan karena khawatir guncangan kembali terjadi dan membahayakan keselamatan.
Situasi ini secara langsung mempengaruhi kebutuhan dasar masyarakat. Sejak pagi, sejumlah warga belum makan karena tidak berani masuk ke rumah untuk memasak. Hingga hari beranjak malam, kondisi tersebut masih dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi.
Relawan lokal LAZNAS Al Irsyad kemudian bergerak menyiapkan makanan melalui dapur darurat. Makanan yang disiapkan diberikan kepada warga yang membutuhkan agar mereka tetap dapat memenuhi kebutuhan makan tanpa harus mengambil resiko masuk ke rumah.
Bantuan tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Salah seorang warga menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang datang di tengah kondisi sulit.
“Terima kasih banyak atas bantuannya. Sejak pagi kami belum makan karena masih takut masuk ke rumah. Alhamdulillah, malam ini ada yang membantu dan kami bisa makan,” ujar Kusniarni.
Ucapan sederhana itu menggambarkan kondisi warga setelah gempa. Bagi mereka, seporsi makanan bukan hanya sekedar menghilangkan rasa lapar, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang hadir ketika mereka sedang menghadapi ketakutan.

LAZNAS Al Irsyad Hadir Bersama Warga di Tengah Bencana
Pendirian dapur darurat di Kelurahan Kotaraja menjadi salah satu bentuk tanggap bencana LAZNAS Al Irsyad dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak gempa Flores. Dengan mengerahkan relawan lokal, bantuan dapat bergerak lebih cepat dan menyesuaikan dengan kebutuhan warga di lapangan.
Bagi LAZNAS Al Irsyad, respons kemanusiaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Kehadiran relawan di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk melihat langsung kebutuhan yang muncul setelah bencana.
Gempa dapat menghentikan aktivitas masyarakat dalam hitungan detik. Namun, kepedulian tidak boleh ikut berhenti. Ketika warga membutuhkan makanan, relawan hadir untuk membantu. Ketika masyarakat merasa takut dan cemas, kehadiran bersama menjadi penguat agar mereka tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.
LAZNAS Al Irsyad akan terus memantau kondisi masyarakat terdampak dan berupaya memberikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. Sebab, di tengah situasi darurat, bantuan yang datang tepat waktu dapat memberikan lebih dari sekadar makanan—ia membawa rasa tenang, kepedulian, dan harapan.
Mari bersama menguatkan saudara-saudara kita di Flores. Karena di tengah bencana, kepedulian sekecil apapun dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang bertahan.


