LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Menjelang Wisuda, 140 Peserta PGTPQ Angkatan 11 Tuntaskan Materi Ghorib di Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto

Purwokerto – Suasana Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto tampak berbeda pada Sabtu, 10 Mei 2026. Ratusan peserta Program Pendidikan Guru Taman Pendidikan Al-Quran (PGTPQ) Angkatan 11 memenuhi ruang utama masjid untuk mengikuti materi terakhir sebelum wisuda. Pertemuan ke-28 itu menghadirkan materi Ghorib bersama Ustadz Thoha sebagai penutup rangkaian pembelajaran tahsin Al-Quran.

Sebanyak 135 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 114 peserta akhwat dan 21 peserta ikhwan. Materi Ghorib menjadi tahap akhir setelah peserta menyelesaikan pembelajaran jilid satu hingga jilid enam dalam program PGTPQ.

Penanggung jawab PGTPQ Angkatan 11, Ustadz Ulil, mengatakan program tersebut sejak awal diikuti 160 peserta. Namun, sekitar 140 peserta diproyeksikan mengikuti wisuda yang akan digelar pada 28 Juni 2026 mendatang. Menurut dia, jumlah itu menunjukkan tingginya semangat peserta untuk menyelesaikan proses belajar hingga akhir.

“Tidak mudah bertahan sampai titik ini. Banyak peserta yang harus membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan belajar. Tapi mereka tetap datang membawa semangat memperbaiki bacaan Al-Quran,” kata Ulil di sela kegiatan.

Ia menjelaskan materi Ghorib menjadi bagian penting dalam pembelajaran tahsin karena membahas bacaan-bacaan khusus dalam Al-Quran. Seluruh materi disampaikan secara bertahap agar peserta memahami kaidah bacaan dengan benar dan terstandar.

“Dari jilid satu sampai jilid enam sudah disampaikan. Hari ini menjadi materi terakhir bersama Ustadz Thoha tentang Ghorib. Insya Allah setelah ini peserta bisa membaca Al-Quran dengan lebih baik,” ujarnya.

Ulil menilai perjalanan peserta hingga menjelang wisuda bukan sekadar proses akademik. Banyak peserta datang dengan kemampuan membaca yang masih terbatas. Namun, melalui latihan rutin dan bimbingan para tentor, kemampuan mereka terus berkembang.

“Kadang ada peserta yang menangis karena merasa sulit melafalkan huruf dengan benar. Tapi justru dari proses itu mereka belajar mencintai Al-Quran lebih dalam,” kata dia.

Pelafalan Huruf dan Mental Ujian Jadi Tantangan Peserta

Tentor PGTPQ, Ustadzah Hafshah, mengatakan tantangan terbesar peserta menjelang ujian terletak pada penguasaan makharijul huruf dan sifat huruf. Menurut dia, pembelajaran tahsin membutuhkan ketekunan dan pembiasaan dalam waktu panjang. Karena itu, kemampuan membaca Al-Quran tidak bisa diperoleh secara instan.

“Melatih pelafalan huruf itu tidak cukup sekali dua kali. Ada peserta yang harus mengulang berkali-kali sampai akhirnya lidahnya terbiasa,” kata Hafshah.

Ia menjelaskan setiap peserta memiliki kemampuan berbeda dalam memahami materi. Sebagian peserta mampu memperbaiki bacaan dengan cepat, sedangkan peserta lain memerlukan pendampingan lebih intensif. Kondisi tersebut membuat para tentor harus sabar mendampingi proses belajar peserta.

Selain kemampuan teknis, Hafshah menilai kesiapan mental juga menjadi perhatian penting. Banyak peserta merasa gugup ketika harus membaca Al-Quran di depan penguji. Rasa takut melakukan kesalahan sering membuat peserta kehilangan fokus saat ujian berlangsung.

“Kadang peserta sebenarnya sudah bisa. Tapi ketika maju ujian mereka mendadak blank karena grogi,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal itu, para tentor mulai mengadakan simulasi ujian dan latihan membaca di depan kelompok belajar. Pendampingan tersebut diharapkan membantu peserta lebih percaya diri menghadapi ujian akhir sebelum wisuda.

Di tengah proses pembelajaran yang panjang, suasana haru beberapa kali terlihat di dalam masjid. Sejumlah peserta tampak tetap bertahan mengikuti pelajaran hingga akhir meski harus membagi waktu dengan pekerjaan dan urusan rumah tangga.

“Yang kami cari bukan hanya kelulusan. Kami ingin bacaan Al-Quran ini menjadi bekal seumur hidup,” kata salah seorang peserta dengan mata berkaca-kaca.

Wisuda PGTPQ Angkatan 11 dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni 2026. Momen itu diperkirakan menjadi penanda akhir perjalanan belajar sekaligus awal pengabdian peserta dalam mengajarkan Al-Quran kepada masyarakat.

Scroll to Top