Banyumas — Semangat belajar agama terlihat kuat di Masjid Abu Bakar As-Sidiq, Somagede, Banyumas, Jumat pagi, 15 Mei 2026. Puluhan ibu-ibu mengikuti kegiatan Jumat Mengaji yang rutin digelar setiap pekan. Mereka datang sejak pagi dari berbagai desa untuk memperdalam bacaan Al-Qur’an dan ilmu fikih.
Kegiatan tersebut telah berjalan selama lima tahun terakhir. Jamaah berasal dari sejumlah desa di sekitar Somagede, seperti Sokawera dan Tanggeran. Wilayah itu juga menjadi desa binaan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto dalam program pembinaan masyarakat dan pendidikan keagamaan.
Suasana hangat langsung terasa sejak kegiatan dimulai. Para peserta duduk melingkar sambil membawa mushaf Al-Qur’an masing-masing. Mereka mengikuti pembelajaran dengan serius namun tetap santai.
Kegiatan diawali dengan sesi tahsin Al-Qur’an bersama Ustadz Ulil Fiqhi. Ia merupakan imam Masjid Mafaza Purwokerto. Dalam sesi itu, peserta memperbaiki pelafalan huruf hijaiyah dan hukum tajwid.
Ustadz Ulil membimbing peserta membaca ayat demi ayat. Ia mengoreksi makharijul huruf peserta secara langsung. Para jamaah tampak aktif mengikuti arahan selama pembelajaran berlangsung.
Banyak peserta mengaku ingin memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an. Mereka merasa kegiatan tersebut membantu meningkatkan kepercayaan diri saat membaca Al-Qur’an. Sebagian peserta juga baru mulai belajar tajwid secara serius.
Program Jumat Mengaji menjadi ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat. Jamaah dengan kemampuan membaca yang berbeda tetap dapat mengikuti kegiatan. Pengajar dan peserta saling mendukung selama proses pembelajaran berlangsung.
Belajar Bersama dan Menguatkan Ukhuwah
Setelah sesi tahsin selesai, kegiatan dilanjutkan dengan belajar bersama antar peserta. Ibu-ibu yang sudah lancar membaca Al-Qur’an membantu peserta lain yang masih belajar. Suasana kekeluargaan terlihat kuat selama kegiatan berlangsung.

Para peserta tampak saling menyimak bacaan satu sama lain. Mereka juga saling memberi semangat agar tetap percaya diri belajar Al-Qur’an. Pendekatan tersebut membuat suasana belajar terasa lebih nyaman.
Metode belajar bersama dinilai efektif meningkatkan kemampuan peserta. Jamaah yang semula belum lancar mulai berani membaca di depan kelompok kecil. Pendampingan peserta juga mempererat hubungan sosial antar jamaah.
Kegiatan Jumat Mengaji tidak hanya menjadi tempat belajar agama. Program itu juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat dari berbagai desa. Banyak peserta mengaku senang dapat bertemu dan belajar bersama setiap pekan.
Pengelola masjid menyebut program tersebut menjadi bagian dari PGTPQ Masjid Abu Bakar As-Sidiq. Kegiatan rutin itu bertujuan meningkatkan pemahaman agama masyarakat. Program pembinaan tersebut mendapat dukungan dari LAZNAS Al Irsyad Purwokerto sebagai pendamping wilayah binaan.
Antusiasme peserta terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jamaah tetap hadir meski harus datang lebih pagi. Mereka menilai kegiatan tersebut membawa manfaat besar bagi kehidupan sehari-hari.
Kajian Fikih Dasar Jadi Bekal Kehidupan Sehari-hari
Pada sesi terakhir, jamaah mengikuti kajian fikih bersama Ustadz Tenggar Pambudi. Ia merupakan pemateri dari Dayamas LAZNAS Al Irsyad. Kajian membahas fikih dasar yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Materi yang disampaikan meliputi tata cara ibadah sehari-hari. Jamaah juga mempelajari persoalan fikih yang sering ditemui di lingkungan keluarga. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami.
Peserta tampak aktif bertanya selama kajian berlangsung. Mereka mengangkat persoalan ibadah yang sering menimbulkan keraguan. Diskusi berlangsung hangat hingga menjelang kegiatan selesai.
Menurut pengelola masjid, kajian fikih menjadi pelengkap pembelajaran Al-Qur’an. Jamaah tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an dengan benar. Mereka juga memahami cara mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Jumat Mengaji diharapkan terus berkembang di tengah masyarakat. Program tersebut dinilai mampu menumbuhkan semangat belajar agama di kalangan ibu-ibu. Selain itu, kegiatan juga memperkuat ukhuwah antar jamaah di wilayah Somagede.
Para peserta berharap kegiatan serupa terus berjalan secara rutin. Mereka ingin semakin banyak masyarakat terlibat dalam pembelajaran Al-Qur’an. Semangat belajar agama dinilai penting untuk membangun lingkungan yang lebih harmonis dan religius.


