LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

LAZNAS Al Irsyad Purwokerto Salurkan Sembako dan Al-Qur’an untuk Mualaf di Pelosok Banyumas

Banyumas – LAZNAS Al Irsyad Purwokerto menyalurkan bantuan paket sembako dan Al-Qur’an kepada para mualaf di wilayah pelosok Banyumas. Program itu menyasar warga di Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Rabu, 13 Mei 2026. 

Tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto mendatangi rumah penerima manfaat secara langsung. Mereka menyerahkan bantuan sembako sekaligus Al-Qur’an kepada para mualaf yang tinggal di wilayah rawan akidah. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan pembinaan keislaman bagi warga mualaf di daerah pelosok.

Penerima manfaat dalam kegiatan itu antara lain Hadmini warga Karangcengis RT 03 RW 01, Alimah Yusuf warga Karangcengis RT 06 RW 01, Milka warga Suro RT 05 RW 02, dan Sono warga Suro RT 01 RW 02. Seluruh bantuan diterima langsung oleh para penerima di kediaman masing-masing.

Perwakilan tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, Rizky Setiawan, mengatakan bantuan tersebut bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan warga. Menurut dia, bantuan Al-Qur’an juga menjadi upaya mendampingi para mualaf agar semakin mantap mempelajari Islam.

“Wilayah pelosok seperti ini membutuhkan perhatian bersama. Kami ingin para mualaf merasa ditemani dan diperhatikan,” kata Rizky Setiawan saat kegiatan berlangsung.

Rizky menjelaskan sebagian mualaf di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan akses pembinaan agama. Kondisi geografis dan minimnya fasilitas menjadi tantangan tersendiri bagi warga untuk mendapatkan pendampingan rutin.

Karena itu, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto berupaya menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus kebutuhan spiritual masyarakat. Tim berharap bantuan Al-Qur’an dapat menjadi sarana pembelajaran agama bagi para penerima manfaat.

“Kami berharap Al-Qur’an ini bisa digunakan setiap hari. Semoga keimanan para mualaf semakin kuat dan istiqamah,” ujar Rizky.

Mualaf di Pelosok Banyumas Butuh Pendampingan Berkelanjutan

Desa Suro menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian dalam program pembinaan mualaf. Sebagian warga tinggal di kawasan yang cukup jauh dari pusat kegiatan keagamaan. Situasi itu membuat akses pembelajaran agama menjadi terbatas.

Selain kebutuhan ekonomi, para mualaf juga membutuhkan dukungan moral dan sosial. Kehadiran komunitas pendamping dinilai penting untuk menjaga semangat mereka dalam mendalami ajaran Islam. Bantuan Al-Qur’an menjadi salah satu bentuk dukungan yang paling dibutuhkan.

Salah satu penerima manfaat, Milka, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh LAZNAS Al Irsyad Purwokerto. Ia mengatakan bantuan sembako sangat membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Alhamdulillah saya senang sekali menerima bantuan ini. Saya juga bersyukur mendapatkan Al-Qur’an untuk belajar membaca dan memahami Islam,” kata Milka.

Milka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin. Menurut dia, para mualaf di wilayah pelosok masih membutuhkan pendampingan dan perhatian dari berbagai pihak.

Warga lainnya juga menyambut baik kedatangan tim relawan. Mereka merasa terbantu dengan perhatian yang diberikan kepada masyarakat di daerah terpencil. Program tersebut sekaligus mempererat hubungan sosial antara relawan dan warga setempat.

Selama kegiatan berlangsung, tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto menyerahkan bantuan secara langsung dari rumah ke rumah. Pendekatan itu dilakukan agar relawan dapat mengetahui kondisi para penerima manfaat secara lebih dekat.

Selain menyerahkan bantuan, tim juga berbincang dengan warga mengenai kebutuhan pembinaan agama di lingkungan mereka. Beberapa warga mengaku membutuhkan tambahan Al-Qur’an dan pendampingan belajar membaca Al-Qur’an bagi keluarga mereka.

Penguatan Akidah Jadi Fokus Program Sosial Keagamaan

Program penyaluran sembako dan Al-Qur’an itu menjadi bagian dari misi sosial keagamaan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto. Organisasi tersebut terus mengembangkan program bantuan untuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan akidah dan pelosok Banyumas.

Menurut Rizky, penguatan akidah bagi mualaf harus dilakukan secara berkelanjutan. Bantuan material saja dinilai belum cukup tanpa adanya pendampingan spiritual yang rutin dan menyentuh kebutuhan warga.

“Kami ingin menghadirkan program yang tidak berhenti pada bantuan sembako. Pendampingan keagamaan tetap menjadi perhatian utama kami,” ujar Rizky.

Ia menambahkan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar program pembinaan mualaf dapat berjalan lebih luas. LAZNAS Al Irsyad Purwokerto membuka kolaborasi dengan para donatur untuk mendukung distribusi Al-Qur’an dan kegiatan pembinaan lainnya.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat para mualaf dalam menjalani kehidupan beragama. Kehadiran bantuan sederhana itu juga menjadi simbol kepedulian terhadap masyarakat di wilayah pelosok Banyumas.

Scroll to Top