Purwokerto —Di tengah dinamika perkuliahan yang kian menantang, mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia LAZNAS Al Irsyad Purwokerto terus mendapatkan pembinaan rutin sebagai upaya menjaga semangat belajar sekaligus membangun karakter. Kegiatan pembinaan terbaru digelar pada Rabu (15/4) di Ruang Belajar Selatan (RBS) Masjid Fatimatuzzahra, Purwokerto.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan motivasi bagi para mahasiswa yang tengah menjalani berbagai fase akademik. Mulai dari mahasiswa angkatan 2022 yang kini memasuki tahap akhir penyusunan skripsi, hingga angkatan 2024 dan 2025 yang masih aktif mengikuti perkuliahan sambil berorganisasi dan menjalani program magang.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan tilawah bersama yang menciptakan suasana khidmat. Setelah itu, sesi sharing seputar perkuliahan menjadi momen paling dinanti. Para peserta secara terbuka membagikan pengalaman, tantangan, hingga strategi bertahan di tengah padatnya aktivitas akademik dan non-akademik.
Staff divisi program LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, Syella Aditya, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan niat dalam menempuh pendidikan. Ia menyampaikan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan prestasi dan kontribusi nyata.
“Setiap proses yang dijalani hari ini adalah bagian dari investasi masa depan. Jangan hanya fokus pada hasil, tapi juga pada bagaimana kalian bertumbuh selama proses itu berlangsung,” ujar Syella dalam sesi motivasi.
Pembinaan ini juga menjadi sarana evaluasi bersama. Para mahasiswa diajak untuk meninjau kembali capaian akademik maupun pengembangan diri selama periode sebelumnya. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai masukan konstruktif yang diberikan baik oleh pembina maupun sesama penerima beasiswa.
Selain fokus pada akademik, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto turut mendorong mahasiswa untuk mengambil peran lebih luas melalui kontribusi nyata kepada lembaga. Salah satunya dengan menghidupkan kembali program “Oemah Sinau” sebagai wadah bagi mahasiswa untuk membagikan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan semangat berbagi. Oemah Sinau menjadi ruang untuk menyalurkan ilmu sekaligus memperkuat kebermanfaatan,” kata Syella.
Adapun sepuluh mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia dalam negeri tersebut adalah Ahmad Jaosan, M. Luthfi Hansen, Abdurrahman, Dede Sulaiman, Fathimah Putri Amanah, Qeisha Amalya, Qois, Ubaidurrahman, Fata Almuwahid, dan Reza Pahlevi.
Melalui pembinaan yang konsisten, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto berharap para mahasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berdaya, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini, pendekatan pembinaan seperti ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh ketekunan, dukungan lingkungan, dan kemauan untuk terus berkembang.


