Purwokerto —Ahad, 19 April 2026, bertempat di Masjid Fatmatuzzahra, Program Pendidikan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (PGTPQ) LAZNAS Al Irsyad Purwokerto angkatan ke-11 kembali menggelar pertemuan rutin setelah libur Ramadan. Pertemuan ke-24 yang memasuki bulan keenam pembelajaran ini menjadi momentum penting karena seluruh peserta kini memasuki tahap Tartili 5 sebagai persiapan menghadapi ujian akhir bacaan bersama Ustadz Thoha.
Sebanyak 145 peserta mengikuti pembinaan pada angkatan ini, terdiri dari 120 peserta akhwat dan 25 peserta ikhwan. Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti program pembinaan Al-Qur’an yang diselenggarakan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto sebagai bagian dari ikhtiar mencetak guru TPA yang kompeten.
Pada pertemuan kali ini, peserta tidak lagi menerima materi baru. Seluruh materi pembelajaran telah selesai disampaikan selama masa pembelajaran enam bulan terakhir. Fokus pembinaan kini diarahkan pada pemantapan bacaan melalui Tartili 5, yang menjadi tahap akhir sebelum peserta menghadapi ujian.
Perwakilan tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, Hansen, mengatakan fase ini menjadi tahap penting untuk memastikan kesiapan seluruh peserta sebelum menjalani evaluasi akhir.
“Alhamdulillah, saat ini peserta PGTPQ angkatan ke-11 memasuki Tartili 5 sebagai persiapan ujian akhir bacaan bersama Ustadz Thoha. Seluruh materi pembelajaran sudah kami sampaikan selama masa pembelajaran. Saat ini peserta memasuki fase pemantapan agar lebih siap menghadapi ujian akhir,” kata Hansen.
Tartili 5 Jadi Tahap Pemantapan Bacaan
Menurut Hansen, tahap pemantapan bacaan memiliki peran strategis karena menjadi proses penyempurnaan kemampuan peserta setelah melalui rangkaian pembelajaran yang cukup panjang. Pada fase ini, peserta memperkuat ketelitian bacaan, makharijul huruf, serta penerapan kaidah tajwid secara lebih optimal.
Program PGTPQ angkatan ke-11 berjalan secara bertahap dan sistematis. Setiap peserta mengikuti proses pembelajaran mulai dari materi dasar hingga memasuki jenjang Tartili secara berkelanjutan. Memasuki Tartili 5, peserta diarahkan untuk memaksimalkan hasil belajar yang telah ditempuh sebagai bekal menghadapi ujian akhir bacaan.

Hansen menegaskan ujian akhir bersama Ustadz Thoha menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lulusan program.
“PGTPQ bukan hanya menghadirkan pembelajaran, tetapi juga menyiapkan peserta agar siap menjadi pengajar Al-Qur’an yang memiliki kualitas bacaan baik. Karena itu, proses pemantapan sebelum ujian menjadi bagian yang sangat penting,” ujar Hansen.
Program PGTPQ Perkuat Kualitas Calon Guru Qur’an
Keberlanjutan program hingga angkatan ke-11 menunjukkan konsistensi LAZNAS Al Irsyad Purwokerto dalam mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an. Program ini tidak hanya berfokus pada transfer materi, tetapi juga membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan melalui proses belajar yang terstruktur.
Kembalinya pertemuan rutin setelah libur Ramadan memberi semangat baru bagi para peserta untuk menyelesaikan tahapan akhir pembelajaran. Dengan jumlah peserta yang mencapai 145 orang, pelaksanaan PGTPQ angkatan ke-11 menjadi salah satu pembinaan dengan partisipasi yang kuat.
Memasuki tahap akhir, peserta diharapkan dapat mengikuti proses ujian dengan optimal dan menunjukkan hasil belajar terbaik. Melalui tahapan ini, PGTPQ diharapkan terus melahirkan lulusan yang siap berperan aktif dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an di masyarakat.


