LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Puasa Tasua dan Asyura: Jejak Sejarah dan Keutamaan yang Menghidupkan Muharram

Muharram merupakan salah satu bulan yang mulia dalam Islam, dan di dalamnya terdapat amalan sunnah , yaitu puasa Tasua dan Asyura. Kedua ibadah ini tidak hanya menjadi bentuk ketaatan, tetapi juga sarat dengan nilai sejarah dan keutamaan besar bagi setiap Muslim. Kehadirannya menjadi momentum penting untuk memulai tahun Hijriah dengan amal kebaikan yang bernilai pahala berlipat.

Puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram memiliki latar sejarah yang erat dengan peristiwa agung para nabi. Rasulullah SAW melaksanakan puasa ini sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi juga berpuasa pada hari tersebut. Kemudian beliau menegaskan bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS dengan syariat yang telah sempurna.

Tasua: Penyempurna Ibadah dan Identitas Umat Islam

Puasa Tasua jatuh pada tanggal 9 Muharram yang telah Rasulullah SAW tunaikan sebagai bentuk penyelisihan terhadap kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura. Dengan menggabungkan puasa Tasua dan Asyura, umat Islam tidak hanya menjalankan sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga memperoleh keutamaan yang lebih besar. Inilah bentuk kesempurnaan ajaran Islam yang mengajarkan ketegasan identitas sekaligus kelengkapan dalam beribadah.

Pada tahun 1448 H, puasa Tasua jatuh pada hari Rabu, 24 Juni 2026  sedangkan puasa Asyura pada hari Kamis, 25 Juni 2026 Informasi ini menjadi pengingat penting agar umat Islam dapat mempersiapkan diri lebih awal. Dengan persiapan yang baik, ibadah dapat berjalan dengan lebih khusyuk, terarah, dan penuh kesungguhan.

Salah Satu Jalan Penghapus Dosa

Keutamaan puasa Asyura tertuang dalam berbagai riwayat, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu. Keutamaan ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Amalan yang tampak sederhana ini ternyata memiliki ganjaran yang sangat besar di sisi Allah SWT.

Puasa Tasua dan Asyura tidak hanya berdampak pada hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga membentuk karakter yang lebih kuat. Ibadah ini melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, serta meningkatkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pelaksanaannya secara serentak oleh umat Islam juga memperkuat ukhuwah dan rasa kebersamaan dalam kebaikan.

Dengan segala keutamaan dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya, puasa Tasua dan Asyura menjadi amalan yang baik untuk terlaksana setiap tahun. Momentum ini menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Mari sambut Muharram dengan semangat ketaatan dan keikhlasan yang tulus.

Baca juga : Memuliakan Anak Yatim: Jalan Menuju Kemuliaan dan Surga

Scroll to Top