Banyumas – Di saat bantuan sumur air bersih di Pondok Pesantren Biroyatul Huda, Cilongok, resmi diserahterimakan kepada penerima manfaat, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto justru telah melangkah lebih jauh. Tim pembangunan sumur telah bergerak menuju lokasi berikutnya yang berada di Desa Kalibagor untuk melanjutkan pembangunan, menegaskan komitmen lembaga dalam menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan (23/07).
Bagi LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, selesainya satu pembangunan bukanlah garis akhir. Sebaliknya, itu menjadi awal dari ikhtiar berikutnya untuk menyampaikan amanah para muhsinin kepada lebih banyak penerima manfaat.
Hal tersebut disampaikan Hamid yang mewakili Direktur LAZNAS Al Irsyad Purwokerto saat prosesi serah terima bantuan sumur di Ponpes Biroyatul Huda. Ia mengatakan bahwa sumur tersebut merupakan sumur ke-16 yang berhasil dibangun LAZNAS Al Irsyad Purwokerto di wilayah Banyumas.
Amanah Muhsinin Tidak Boleh Berhenti
Hamid menjelaskan, setiap program pembangunan sumur lahir dari kepercayaan para muhsinin yang menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui LAZNAS Al Irsyad Purwokerto. Karena itu, lembaga memiliki tanggung jawab untuk memastikan amanah tersebut terus diwujudkan menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Alhamdulillah, ini merupakan sumur ke-16 yang kami bangun di Banyumas. Jika dihitung secara nasional bahkan hingga internasional, sudah begitu banyak sumur yang berhasil kami bangun. Yang lebih penting, hari ini bukan akhir dari perjalanan kami. Tim pembangunan sumur sudah bergerak ke lokasi lain untuk melanjutkan amanah para muhsinin,” ujar Hamid.
Menurutnya, komitmen LAZNAS Al Irsyad Purwokerto bukan diukur dari banyaknya proyek yang selesai, melainkan dari konsistensi lembaga dalam terus hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Selama masih ada daerah yang kesulitan memperoleh air bersih dan selama para muhsinin masih mempercayakan hartanya, pembangunan akan terus dilanjutkan.
Terus Bergerak Menjadi Jembatan Kebaikan
Hamid menegaskan bahwa LAZNAS Al Irsyad Purwokerto memandang dirinya sebagai jembatan antara para muhsinin dan masyarakat yang membutuhkan. Amanah yang dititipkan tidak boleh berhenti sebagai angka dalam laporan, tetapi harus berubah menjadi manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung.
“Kami hanya menjadi perantara. Amanah dari para muhsinin harus sampai kepada mereka yang membutuhkan. Karena itu kami berkomitmen untuk terus bergerak, menjaga kepercayaan ini, dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari program tersebut.
“Kami memohon doa agar seluruh donatur dan muhsinin senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, serta kemudahan dalam setiap urusannya. Semoga setiap tetes air yang mengalir dari sumur ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir di sisi Allah SWT,” tuturnya.


