Purwokerto — Rabu, 10 Juni 2026, Semangat untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik terus tumbuh di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Seleksi Peserta Program Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (PGTPQ) Angkatan 12 yang berlangsung sejak 8 hingga 15 Juni. Program ini menjadi salah satu ikhtiar penting dalam mencetak guru-guru Al-Qur’an yang kompeten, berakhlak mulia, dan siap mengabdikan ilmunya di tengah umat.

Pada pelaksanaan seleksi tahun ini, sebanyak 40 peserta mengikuti tahapan ujian yang dilaksanakan oleh tim penguji. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang pendidikan Al-Qur’an, mulai dari pengajar Rumah Qur’an, TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), hingga guru-guru ngaji yang selama ini aktif membina masyarakat di daerah masing-masing. Sebagian besar peserta berasal dari wilayah Banyumas dan Purbalingga, namun ada pula peserta yang datang dari daerah yang cukup jauh demi mendapatkan kesempatan belajar dan meningkatkan kualitas diri.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah pasangan suami istri yang datang dari Salem, Bumiayu. Sang suami, Ustadz Ibrahim, menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mengikuti seleksi PGTPQ Angkatan 12. Jarak yang jauh tidak menyurutkan niatnya untuk hadir dan mengikuti proses seleksi dengan sungguh-sungguh.
Menurut Ustadz Ibrahim, keinginannya untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kapasitasnya sebagai guru ngaji menjadi alasan utama mengikuti program ini. Semangat seperti inilah yang menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa belajar Al-Qur’an tidak mengenal usia, profesi, maupun jarak tempuh.
Membangun Generasi Pengajar Al-Qur’an yang Berkualitas
Program PGTPQ tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga membentuk karakter para peserta agar mampu menjadi pendidik yang amanah dan berdampak bagi masyarakat. Melalui proses pembelajaran yang terstruktur, para peserta dibimbing untuk memahami metode pengajaran Al-Qur’an yang efektif sehingga mampu melahirkan generasi Qur’ani di lingkungan masing-masing.
Ustadz Muhammad Ulil Afiqhi, S.S., selaku penanggung jawab program, menyampaikan bahwa hingga saat ini lebih dari 1.000 alumni telah mengikuti pendidikan di PGTPQ. Para alumni tersebut kini tersebar di berbagai daerah dan aktif mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat.
Beliau berharap para peserta yang lulus nantinya dapat kembali ke tempat masing-masing dan menjadi agen perubahan yang menghadirkan manfaat bagi umat. Tidak hanya mengajarkan bacaan Al-Qur’an, mereka juga diharapkan mampu membentuk karakter santri yang kuat, berakhlak baik, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Harapan kami, para alumni PGTPQ dapat mengajarkan ilmu yang diperoleh di tempat masing-masing serta melahirkan generasi pemimpin yang memahami dan mencintai Al-Qur’an,” ungkap Ustadz Ulil.
Pelaksanaan seleksi PGTPQ Angkatan 12 ini turut melibatkan tim penguji yang berpengalaman, yaitu Ustadz Muhammad Ulil Afiqhi, S.S. dan Ustadz Muslimin Hidayat, S.Kom. Keduanya melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kemampuan peserta, baik dari aspek bacaan, tajwid, maupun kesiapan mereka menjadi pengajar Al-Qur’an.
Menyambut Gelombang Kedua dan Target 200 Peserta
Antusiasme masyarakat terhadap Program Guru TPQ terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Melihat tingginya minat calon peserta, panitia berencana membuka pendaftaran Gelombang Kedua pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang.
Pembukaan gelombang berikutnya diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada lebih banyak guru ngaji dan pegiat pendidikan Al-Qur’an yang belum sempat mengikuti seleksi pada gelombang pertama. Dengan demikian, semakin banyak tenaga pendidik Al-Qur’an yang memperoleh pembinaan dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
Ustadz Ulil menargetkan sebanyak 200 peserta dari berbagai daerah dapat bergabung dalam Program PGTPQ tahun ini. Target tersebut bukan sekadar angka, melainkan bagian dari visi besar untuk memperluas dakwah Al-Qur’an melalui peningkatan kualitas para pengajarnya.
Di tengah berbagai tantangan zaman, kebutuhan akan guru Al-Qur’an yang kompeten dan berdedikasi semakin besar. Karena itu, kehadiran PGTPQ menjadi salah satu solusi strategis untuk menyiapkan para pendidik yang mampu membimbing generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Kisah perjuangan Ustadz Ibrahim yang rela menempuh perjalanan jauh dari Salem, Bumiayu menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu masih hidup di tengah umat. Semangat tersebut hendaknya menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan berkontribusi dalam menyebarkan cahaya Al-Qur’an.
Semoga pelaksanaan Seleksi PGTPQ Angkatan 12 berjalan lancar dan melahirkan guru-guru Al-Qur’an yang berkualitas, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari pendidikan Al-Qur’an yang baik dan benar. Dari tangan para guru inilah akan lahir generasi Qur’ani yang kelak menjadi pemimpin umat, membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan, serta menebarkan keberkahan bagi bangsa dan agama.


