LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Enam Hari Menembus Tanah, Air Keluar di Kedalaman 60 Meter untuk Santri Madin At-Tasnim

BANYUMAS – Selama enam hari, mata bor terus bekerja menembus lapisan tanah keras di Madrasah Diniyah (Madin) At-Tasnim, Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Perjuangan dan kesabaran tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sumber air berhasil ditemukan pada kedalaman 60 meter, membawa harapan baru bagi para santri dan masyarakat sekitar yang selama ini mendambakan akses air bersih yang memadai (22/07).

Kabar gembira tersebut diterima oleh LAZNAS Al Irsyad Purwokerto dari tim pelaksana di lapangan sesaat setelah proses pengeboran memasuki hari keenam. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera mendatangi lokasi untuk melakukan monitoring sekaligus memastikan kondisi sumur pasca penemuan sumber air.

Monitoring dilakukan guna meninjau secara langsung perkembangan pembangunan dan memastikan tahapan berikutnya dapat berjalan sesuai rencana. Pasalnya, ditemukannya sumber air bukanlah akhir dari pekerjaan. Masih ada proses penyempurnaan konstruksi dan instalasi perpipaan yang harus diselesaikan sebelum sumur benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Penemuan Air Jadi Titik Penting Pembangunan Sumur

Staf LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, Ali, mengungkapkan bahwa penemuan air pada kedalaman 60 meter menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Menurutnya, capaian ini merupakan buah dari ikhtiar panjang dan kerja keras tim pengeboran di lapangan.

“Kami menerima laporan dari tim pengeboran bahwa pada hari keenam air berhasil keluar di kedalaman sekitar 60 meter. Alhamdulillah, keesokan harinya kami langsung menuju lokasi untuk memastikan progres pembangunan dan melihat kondisi sumur secara langsung. Ini adalah perkembangan yang sangat baik, meski pekerjaan masih harus dilanjutkan hingga sumur siap digunakan,” ujar Ali.

Ia menambahkan, peninjauan langsung ke lapangan merupakan bentuk komitmen LAZNAS Al Irsyad Purwokerto dalam mengawal setiap program kemanusiaan agar dapat memberikan manfaat yang optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Membawa Harapan dan Kehidupan Baru

Bagi Madin At-Tasnim, keberadaan sumur bor bukan sekadar penambahan fasilitas fisik semata, melainkan kebutuhan pokok yang vital. Pasokan air bersih sangat diperlukan untuk menunjang berbagai aktivitas santri dan warga sekitar, mulai dari bersuci (wudu), menjaga kebersihan lingkungan madrasah, hingga memenuhi kebutuhan konsumsi harian.

Oleh karena itu, keberhasilan menembus sumber air pada kedalaman 60 meter ini menjadi tonggak penting dalam menjawab krisis air di wilayah tersebut. Setelah seluruh rangkaian proses konstruksi dan instalasi selesai, sumur bor ini diharapkan mampu menjadi sumber kehidupan yang mengalirkan manfaat dalam jangka panjang.

Scroll to Top