Oleh : Chairun Nissa Rodja
Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat dampak kekeringan di Kabupaten Banyumas semakin meluas. Sejumlah wilayah yang sebelumnya masih memiliki cadangan air kini mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumur warga yang menjadi sumber utama air perlahan mengering, sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan tanpa bisa ditunda.
Bagi masyarakat yang terdampak, air bukan sekadar kebutuhan, tetapi menjadi bagian penting dalam menjalani aktivitas harian. Mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan ibadah, semuanya bergantung pada ketersediaan air. Ketika sumber air mulai berkurang, warga harus menghadapi tantangan baru untuk mendapatkan air yang layak digunakan.
Berdasarkan pendataan terbaru per 30 Juli 2026, wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Banyumas terus bertambah dan menyebar di berbagai kecamatan. Sebanyak 17 desa dan kelurahan tercatat mengalami kesulitan air, dengan ratusan keluarga terdampak dan membutuhkan bantuan pasokan air.
Bantuan Air Terus Disalurkan ke Berbagai Wilayah Banyumas
Perluasan wilayah terdampak kekeringan membuat kebutuhan air masyarakat semakin meningkat. LAZNAS Al Irsyad terus melakukan pemantauan dan menyalurkan bantuan ke berbagai titik yang membutuhkan.
Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 135.000 liter air atau setara dengan 27 tangki air telah disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Banyumas. Bantuan tersebut menjangkau berbagai wilayah, mulai dari desa hingga kelurahan yang mengalami keterbatasan sumber air.
Di Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, tepatnya Grumbul Kalibacin dan Grumbul Kahuripan, sebanyak 78 kepala keluarga atau sekitar 215 jiwa membutuhkan bantuan dua tangki air. Sementara itu, Desa Panusupan di wilayah Kecamatan Cilongok membutuhkan tiga tangki air untuk memenuhi kebutuhan sekitar 120 kepala keluarga atau 345 jiwa.
Dampak kekeringan juga dirasakan oleh masyarakat di Grumbul Kali Pancur RW 04 Desa Rancamaya. Wilayah yang terdiri dari sembilan RT tersebut dihuni sekitar 300 kepala keluarga, serta memiliki fasilitas umum seperti tiga masjid, dua pesantren, satu TPQ, satu madrasah diniyah, dan satu sekolah dasar yang membutuhkan ketersediaan air.
Selain itu, bantuan juga telah disalurkan ke berbagai wilayah lain seperti Desa Kediri Kecamatan Karanglewas, Desa Jurangbahas Kecamatan Wangon, Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh, Desa Kasegeran dan Desa Jatisaba Kecamatan Cilongok, hingga sejumlah wilayah lain yang mulai merasakan dampak kekeringan.
Kepedulian yang Mengalir untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan
Kekeringan bukan hanya menyebabkan berkurangnya sumber air, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi kehidupan masyarakat. Warga harus mengatur penggunaan air dengan lebih terbatas dan mencari berbagai cara agar kebutuhan harian tetap berjalan.
Melalui program bantuan air, LAZNAS Al Irsyad mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan kepedulian bagi saudara-saudara yang terdampak. Dukungan dari para donatur menjadi energi besar untuk memastikan bantuan dapat terus menjangkau wilayah yang membutuhkan.
Bagi sebagian masyarakat, satu tangki air mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang sedang menghadapi kekeringan, bantuan tersebut memiliki arti besar. Air yang disalurkan bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan kepedulian di tengah kondisi sulit.


