Purwokerto – Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto dipenuhi peserta pada Sabtu, 16 Mei 2026. Sebanyak 95 peserta hadir dalam kegiatan Training Sembelih Halal bertema “Penanganan Hewan Kurban”.

Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah hingga Jawa Barat. Peserta datang dari Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, Brebes, hingga Bandung. Mereka mengikuti pelatihan sejak pagi dengan antusias tinggi. Panitia menghadirkan pemateri dari kalangan praktisi dan ulama agar peserta memahami proses penyembelihan secara syariat dan teknis.
Program ini merupakan kolaborasi antara LAZNAS Al Irsyad Purwokerto dan Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto. Training tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyembelihan halal sesuai syariat Islam. Panitia juga berharap kegiatan ini mampu melahirkan juru sembelih halal yang memahami standar syariat dan kesehatan.
Pelatihan sembelih hewan kurban tidak hanya melatih cara dalam menyembelih secara halal. Peserta juga mempelajari pemeriksaan hewan, sanitasi alat, hingga keselamatan kerja saat proses kurban berlangsung. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif.
“Peserta sangat aktif bertanya. Mereka ingin memahami praktik yang benar sesuai syariat,” Ujar Jaozan selaku ketua panitia acara. Ia menilai pelatihan seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi masyarakat menjelang Idul Adha. Menurut dia, pemahaman tentang penyembelihan halal harus terus diperluas. Sebab, proses kurban tidak hanya menyangkut ibadah, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Peserta juga mendapat penjelasan teknis mengenai perlakuan terhadap hewan sebelum disembelih. Materi itu cukup penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami standar penanganan hewan kurban.
Peserta Belajar Penyembelihan Lengkap
Kegiatan ini menghadirkan materi pertama bersama tim Juru Sembelih Halal (Juleha) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Banyumas. Pemateri menjelaskan cara pemeriksaan fisik hewan sebelum disembelih. Sekaligus membahas higiene dan sanitasi selama proses penyembelihan.
Peserta diajak mempelajari kondisi hewan yang layak untuk kurban. Pemateri menjelaskan ciri hewan sehat dan cara menghindari kontaminasi saat penyembelihan berlangsung. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada standar kebersihan alat.
Materi selanjutnya mengupas penerapan teknik penyembelihan yang tepat. Pemateri menekankan pentingnya ketajaman alat dan ketenangan hewan sebelum proses sembelih dilakukan. Penjelasan itu mendapat perhatian besar dari peserta.
“Teknik yang benar akan mengurangi rasa sakit pada hewan dan menjaga kualitas daging,” ujar Bapak Darmawan salah satu pemateri dari Juleha DPD Banyumas. Ia juga meminta peserta menerapkan ilmu tersebut saat pelaksanaan kurban nanti.
Salah satu peserta bernama Al Fath Mahasiswa asal Bandung tampak antusias saat materi tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam. Al Fath juga menilai pelatihan seperti ini masih jarang ditemukan.
“Saya ingin tahu cara menyembelih sesuai syariat. Kegiatan ini sangat membantu menambah wawasan saya,” kata Al Fath. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus diadakan di berbagai daerah.
Ia mengaku senang karena panitia menghadirkan pelatihan yang lengkap. Menurut dia, materi yang disampaikan mudah dipahami dan sangat bermanfaat untuk masyarakat. Suasana pelatihan juga dinilai nyaman dan interaktif.
Peserta lain juga terlihat aktif berdiskusi dengan pemateri. Mereka menanyakan berbagai persoalan yang sering muncul saat pelaksanaan kurban di lingkungan masyarakat. Diskusi berlangsung hangat hingga akhir sesi.
Panitia menilai tingginya minat peserta menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proses penyembelihan halal semakin meningkat. Mereka berharap kegiatan serupa dapat digelar rutin setiap tahun.
Bahas Fiqih Kurban dan Keselamatan Kerja
Materi fiqih kurban disampaikan oleh Ustadz Ibnu Rochi, Lc. Dalam pemaparannya, Ustadz Ibnu Rochi menjelaskan hukum dan adab pelaksanaan kurban dalam Islam. Ia juga mengingatkan pentingnya niat ibadah dalam setiap proses penyembelihan. Menurut dia, pelaksanaan kurban harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Menurut dia, penyembelihan halal tidak cukup hanya memenuhi aspek teknis. Pelaksana kurban juga harus memahami aturan syariat agar ibadah berjalan sah. Pemahaman agama menjadi dasar utama dalam proses penyembelihan.
“Penyembelihan harus dilakukan dengan ilmu dan tanggung jawab,” ujar Ibnu Rochi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika terhadap hewan kurban.

Selain membahas fiqh, peserta juga mendapat materi tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Pemateri menjelaskan resiko kerja saat proses penyembelihan berlangsung. Materi ini dinilai penting karena proses penyembelihan memiliki risiko tinggi.
Peserta diajarkan cara menggunakan alat dengan aman. Mereka juga mendapat pemahaman mengenai posisi kerja yang tepat agar terhindar dari cedera. Pemateri berharap peserta dapat menerapkan prosedur keselamatan saat bertugas.
Materi keselamatan kerja menjadi perhatian penting dalam pelatihan tersebut. Sebab, proses penyembelihan hewan memiliki risiko tinggi jika tidak dilakukan dengan benar.
Panitia berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing. Mereka juga berharap peserta mampu menjadi penggerak edukasi penyembelihan halal di daerah asal.
Kegiatan Training Sembelih Halal itu ditutup pada sore hari. Para peserta terlihat puas setelah mengikuti seluruh rangkaian acara. Banyak peserta berharap pelatihan serupa kembali digelar dengan praktik lapangan yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, panitia ingin membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya penyembelihan halal yang sesuai syariat, higienis, aman, dan memperhatikan kesejahteraan hewan kurban.


