Banyumas — Memperingati Hari Bumi 2026, Unit Pelaksana Lapangan (UPL) Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Jenderal Soedirman (Mapala Unsoed) berkolaborasi dengan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto menggelar aksi lingkungan berupa penyebaran 11.500 bibit ikan nilem dan tawes di sejumlah aliran sungai di Kabupaten Banyumas pada Jum’at (24/04).
Kegiatan ini dilaksanakan di tiga titik strategis, yakni Sungai Pelus di Bendungan Arca serta dua titik di Sungai Klawing. Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem sungai pasca bencana longsor di kawasan Gunung Slamet, sekaligus wujud kepedulian terhadap keseimbangan lingkungan.

Bagus, koordinator kegiatan ini menyampaikan bahwa penyebaran bibit ikan ini tidak sekadar simbolik, melainkan langkah konkret untuk mengembalikan fungsi ekologis sungai. Ikan nilem dan tawes dipilih karena memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan serta kualitas air.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dalam kegiatan ini. Mereka menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan penting dalam gerakan pelestarian lingkungan.
“Kami sangat senang bisa berkolaborasi bersama LAZNAS Al Irsyad Purwokerto dalam program ini. Kegiatan ini tidak hanya memperingati Hari Bumi, tetapi juga menjadi bentuk aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan. Harapannya, kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap alam,” ungkap perwakilan Mapala Unsoed.
Sementara itu, perwakilan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, Ali Nugroho, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen lembaga dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami tidak hanya fokus pada program sosial kemanusiaan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Penyebaran bibit ikan ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk memulihkan ekosistem sungai, terutama pasca longsor di Gunung Slamet. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga bumi bagi generasi mendatang,” ujar Ali.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas mahasiswa, menjadi kunci dalam memperluas dampak program-program keberlanjutan yang dijalankan lembaga.
Pemulihan Ekosistem Pasca Bencana
Aksi penyebaran bibit ikan ini memiliki relevansi kuat dengan kondisi lingkungan di wilayah Banyumas, khususnya setelah terjadinya longsor di lereng Gunung Slamet yang berdampak pada ekosistem sungai di sekitarnya. Sedimentasi dan perubahan aliran air menyebabkan terganggunya habitat alami ikan.

Dengan ditebarkannya ribuan bibit ikan, diharapkan populasi ikan lokal dapat kembali meningkat, sekaligus memperbaiki keseimbangan rantai makanan di dalam ekosistem sungai. Selain itu, keberadaan ikan juga berperan dalam menjaga kualitas air secara alami.
Wujud Nyata Kepedulian Hari Bumi
Peringatan Hari Bumi 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran manusia dalam menjaga alam. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi sederhana namun berdampak besar.
Melalui sinergi antara lembaga zakat dan komunitas mahasiswa, program ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga bumi.
Ke depan, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto berharap program serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pihak, sehingga upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

