Banyumas — Suara cangkul, sekop, dan semangat gotong royong berpadu sejak pagi di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Banyumas. Warga sekitar bahu-membahu mengikuti kerja bakti pelebaran jalan menuju Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Yatim dan Dhuafa MAFAZA (12/07). Jalan yang selama ini menjadi akses utama menuju pondok dinilai sudah tidak lagi memadai karena ukurannya yang sempit dan menyulitkan kendaraan untuk melintas.
Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap keberadaan pondok yang selama ini menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Bukan hanya santri yang merasakan manfaatnya, masyarakat sekitar juga menggunakan jalur tersebut untuk beraktivitas sehari-hari. Karena itu, pelebaran jalan menjadi kebutuhan yang dirasakan bersama.
Sejak beberapa waktu terakhir, kendaraan roda empat yang hendak menuju pondok harus melaju dengan sangat hati-hati. Dalam kondisi tertentu, kendaraan bahkan harus bergantian saat berpapasan karena lebar jalan yang terbatas. Situasi itu mendorong masyarakat untuk mengambil langkah nyata melalui kerja bakti yang melibatkan berbagai unsur warga.
Semangat kebersamaan tampak dalam setiap proses pengerjaan. Ada yang menggali sisi jalan, memindahkan material, hingga merapikan area yang akan diperlebar. Warga bekerja tanpa mengenal lelah karena mereka memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan akses yang lebih aman, nyaman, dan mudah bagi siapa saja yang menuju pondok maupun lingkungan di sekitarnya.
Gotong Royong untuk Kemudahan Bersama
Pengurus Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Yatim dan Dhuafa MAFAZA, Joko, menyampaikan rasa syukur atas kepedulian masyarakat yang dengan sukarela meluangkan waktu dan tenaga untuk mendukung pelebaran jalan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur melihat semangat masyarakat yang begitu luar biasa. Selama ini akses menuju pondok memang cukup sempit sehingga sering menyulitkan kendaraan yang membawa kebutuhan pondok maupun para tamu yang datang. Melalui kerja bakti ini, kami berharap akses menuju pondok menjadi lebih mudah, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat sekitar,” ujar Joko.
Menurutnya, pembangunan akses jalan bukan hanya mendukung aktivitas pondok, tetapi juga akan memperlancar mobilitas warga. Jalan yang lebih lebar diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus memperkuat hubungan antara pondok dan masyarakat yang selama ini telah terjalin dengan baik.
Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Yatim dan Dhuafa MAFAZA bersama Desa Tanggeran sendiri merupakan bagian dari desa binaan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto. Berbagai program pemberdayaan sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan terus dijalankan secara berkelanjutan sebagai upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
LAZNAS Al Irsyad Apresiasi Kepedulian Warga
Perwakilan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto yang hadir dalam kegiatan tersebut, Rizky, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang masih menjaga budaya gotong royong sebagai solusi atas kebutuhan bersama.
“Kami sangat mengapresiasi semangat warga Desa Tanggeran yang rela meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kepentingan bersama. Nilai gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan masyarakat Indonesia. Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga sehingga berbagai program pemberdayaan di desa binaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” kata Rizky.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan setiap program pemberdayaan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses kebersamaan yang melibatkan banyak pihak.
Kerja bakti pelebaran jalan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Ketika warga bersatu untuk menyelesaikan persoalan bersama, berbagai hambatan dapat diatasi dengan lebih cepat dan efektif.
Ke depan, akses yang semakin baik diharapkan mampu mendukung aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Yatim dan Dhuafa MAFAZA sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat sekitar. Lebih dari sekadar memperlebar jalan, kerja bakti ini memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan tetap menjadi pondasi utama dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, pengurus pondok, dan LAZNAS Al Irsyad Purwokerto, Desa Tanggeran terus bergerak menjadi wilayah yang semakin mandiri, peduli, dan berkembang. Gotong royong yang ditunjukkan warga hari itu bukan hanya menghasilkan jalan yang lebih luas, tetapi juga memperkuat ikatan sosial yang akan menjadi modal berharga untuk membangun desa di masa depan.


