LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Krisis Air Mengancam, 81 Santri Madin At Tasnim Srowot Tetap Semangat Mengaji

BANYUMAS – Meski ancaman krisis air membayangi Dusun Srowot Lor di Kecamatan Kalibagor, semangat 81 santri Madrasah Diniyah (Madin) At Tasnim tak sedikit pun surut. Mereka tetap konsisten mengaji di tengah tantangan sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Merespons kondisi tersebut, tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto bergerak cepat melakukan survei lokasi pada 19 Juni 2026, guna mewujudkan fasilitas sumur bor yang dinantikan demi menjamin kenyamanan belajar dan beribadah para santri.

Madin yang berdiri sejak tahun 2023 itu saat ini menjadi tempat belajar dan menimba ilmu agama bagi 81 santri. Setiap sore, suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dan pelajaran keislaman terdengar dari bangunan madrasah yang menjadi pusat pendidikan keagamaan bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Namun dibalik semangat belajar para santri, terdapat persoalan mendasar yang masih membayangi, yakni keterbatasan akses terhadap air bersih.

Tim survei meninjau langsung kondisi lingkungan madrasah serta berdialog dengan pengurus dan masyarakat setempat. Dari hasil peninjauan tersebut, diketahui bahwa Madin At Tasnim hingga kini belum memiliki sumber air bersih yang memadai untuk menunjang aktivitas pendidikan maupun kebutuhan harian para santri.

Kondisi itu semakin berat ketika musim kemarau tiba. Dusun Srowot Lor dikenal sebagai salah satu wilayah yang rawan mengalami kekeringan. Saat curah hujan menurun, warga kerap kesulitan mendapatkan pasokan air dan harus mengambil atau mendatangkannya dari sumber yang cukup jauh. Situasi serupa juga dirasakan oleh pihak madrasah.

Air Bersih Menjadi Kebutuhan Mendesak

Keterbatasan air tidak hanya berdampak pada kebutuhan konsumsi sehari-hari. Di lingkungan madrasah, air memiliki peran penting untuk mendukung pelaksanaan ibadah, terutama berwudhu sebelum shalat. Selain itu, kebutuhan sanitasi, kebersihan lingkungan, hingga kenyamanan proses belajar mengajar juga sangat bergantung pada ketersediaan air yang cukup.

Ketika pasokan air menipis, para santri dan pengurus harus berupaya lebih keras untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut. Tidak jarang mereka harus menghemat penggunaan air atau mencari sumber alternatif yang lokasinya cukup jauh dari madrasah.

Melihat kondisi tersebut, pembangunan sarana air bersih berupa sumur bor beserta fasilitas pendukungnya dinilai menjadi solusi yang paling dibutuhkan saat ini. Kehadiran sumber air yang memadai diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi para santri tetapi juga masyarakat sekitar yang turut merasakan dampak kekeringan.

Tim program LAZNAS Al Irsyad Purwokerto menilai kebutuhan tersebut sangat penting untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan dan ibadah di Madin At Tasnim. Dengan adanya akses air bersih yang lebih mudah, para santri dapat belajar dengan lebih nyaman dan fokus tanpa dibayangi kesulitan memperoleh air.

Ikhtiar Mengalirkan Manfaat Jangka Panjang

Dalam kesempatan tersebut, Ali Nugroho selaku Tim Program LAZNAS Al Irsyad Purwokerto menyampaikan bahwa hasil survei menunjukkan urgensi penyediaan sarana air bersih di lokasi tersebut.

“Kami melihat langsung bagaimana kebutuhan air bersih di Madin At Tasnim menjadi persoalan yang sangat mendasar. Air bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung aktivitas ibadah, kebersihan, dan proses pendidikan para santri. Kami berharap ikhtiar pembangunan sumur bor ini dapat menjadi solusi jangka panjang yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi madrasah dan masyarakat sekitar,” ujar Ali Nugroho.

Menurutnya, setiap program yang dijalankan tidak hanya bertujuan menghadirkan bantuan sesaat, tetapi juga menciptakan dampak yang dapat dirasakan dalam waktu yang panjang. Karena itu, survei lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan program yang akan dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi para santri Madin At Tasnim, harapan akan hadirnya sumber air bersih bukan sekadar tentang kemudahan mendapatkan air. Lebih dari itu, air menjadi bagian penting yang mendukung tumbuhnya generasi yang sehat, bersih, dan semakin semangat dalam menuntut ilmu agama.

Di tengah tantangan musim kemarau yang kerap datang setiap tahun, survei yang dilakukan pada hari ini menjadi awal dari sebuah ikhtiar besar. Harapan itu kini mengalir bersama doa para santri, pengurus madrasah, dan masyarakat sekitar agar suatu saat nanti sumur bor dapat berdiri di lingkungan Madin At Tasnim, menghadirkan sumber kehidupan yang terus mengalir dan menjadi amal jariyah bagi banyak pihak.

Scroll to Top